bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa lebih dari 70 persen wilayah Indonesia saat ini telah memasuki musim kemarau. Berdasarkan data terbaru hingga dasarian III Juli 2026, sebanyak 73,8 persen dari total 699 Zona Musim (ZOM) atau 516 ZOM telah memasuki musim kemarau.
Sementara itu, sekitar 10 persen atau 70 ZOM masih mengalami musim hujan, dan 16,2 persen atau 113 ZOM termasuk dalam kategori tipe satu musim. Wilayah yang sudah memasuki musim kemarau meliputi sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan, Gorontalo, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
BMKG memproyeksikan bahwa puncak musim kemarau pada Agustus 2026 akan mencakup sekitar 48,84 persen wilayah daratan Indonesia. Daerah yang diperkirakan mengalami puncak kemarau pada bulan tersebut mencakup Sumatra bagian tengah, sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, sebagian Nusa Tenggara Timur, sebagian besar Kalimantan, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku dan Maluku Utara, serta sebagian besar Pulau Papua.
Lebih lanjut, BMKG memprediksi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan menghadapi musim kemarau yang lebih kering dari kondisi normal. Sebanyak 437 ZOM atau sekitar 48,77 persen luas daratan Indonesia diprediksi mengalami musim kemarau dengan durasi yang lebih panjang. Curah hujan dengan kategori tinggi diperkirakan baru akan mulai muncul secara bertahap pada periode Oktober hingga November 2026.
Beberapa daerah tercatat telah mengalami periode tanpa hujan dengan durasi yang bervariasi, mulai dari sangat pendek hingga panjang. Hari tanpa hujan terpanjang dilaporkan selama 80 hari di Pos Hujan Katerban, Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Di sisi lain, BMKG juga memprediksi fenomena El Nino akan bertahan setidaknya hingga awal kuartal pertama 2027, dengan potensi intensitas yang melebihi kategori kuat.