bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia pada hari Kamis, 6 Agustus 2026.
Menurut peringatan yang berlaku untuk periode 5-7 Agustus 2026, wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat dan berstatus Waspada meliputi Aceh, Riau, Bengkulu, Sulawesi Barat, dan Papua. BMKG menginformasikan bahwa tidak ada wilayah yang diprediksi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat (Siaga) maupun hujan sangat lebat hingga ekstrem (Awas) pada hari tersebut.
BMKG menjelaskan bahwa di tengah kondisi kering yang dominan, potensi hujan lebat secara lokal masih mungkin terjadi. Laporan sebelumnya pada periode 30 Juli-2 Agustus 2026 mencatat curah hujan lebat hingga sangat lebat di Aceh (164,3 mm per hari), Sumatra Utara (144 mm per hari), Sumatra Barat (102,5 mm per hari), Kepulauan Riau (97 mm per hari), dan Kalimantan Utara (59 mm per hari).
Kondisi cuaca ini dipengaruhi oleh aktivitas Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial serta anomali OLR negatif yang menandakan peningkatan tutupan awan di sebagian wilayah Indonesia bagian barat hingga tengah. Dari sisi iklim global, fenomena El Niño kuat masih berlangsung dan berpotensi menguat, ditandai dengan indeks Niño 3.4 sebesar +2,45 dan SOI -29,2. Sementara itu, indeks IOD sebesar +0,44 menunjukkan kecenderungan menuju fase IOD Positif.
Kombinasi kedua fenomena global tersebut secara umum berkontribusi pada berkurangnya pembentukan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia. Prakiraan curah hujan untuk dasarian I Agustus 2026 menunjukkan dominasi curah hujan kategori rendah di sekitar 92,59 persen wilayah Indonesia, dengan sekitar 7,41 persen wilayah lainnya diprakirakan mengalami curah hujan kategori menengah. Tidak ada wilayah yang diprediksi mengalami curah hujan kategori tinggi maupun sangat tinggi pada periode ini.
Meskipun demikian, BMKG memprediksi potensi hujan masih akan terjadi di beberapa wilayah. Aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial yang melintasi sebagian Sumatra dan perairan sekitarnya diperkirakan mendukung pertumbuhan awan hujan. Selain itu, sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Bengkulu berpotensi membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di Samudra Hindia barat Sumatra Barat hingga Bengkulu, yang dapat meningkatkan peluang terjadinya hujan.
Peningkatan kecepatan angin permukaan hingga lebih dari 25 knot juga diprakirakan masih terjadi dalam beberapa hari ke depan di sejumlah perairan. Kondisi ini berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut di wilayah perairan tersebut, sehingga perlu menjadi perhatian bagi aktivitas pelayaran dan masyarakat pesisir.