bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, BMKG memprakirakan sejumlah wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan pada Rabu (30/9). Dinamika atmosfer regional pada akhir September hingga awal Oktober berpeluang meningkatkan pembentukan awan hujan, meski El Niño dengan intensitas sangat kuat masih berpengaruh.
BMKG memperkirakan curah hujan pada akhir September hingga awal Oktober 2026 umumnya berada pada kategori rendah hingga menengah, sekitar 0–150 milimeter per dasarian. Prakiraan ini mempertimbangkan sejumlah fenomena, termasuk Madden-Julian Oscillation di Samudra Hindia serta Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin yang diperkirakan aktif bersamaan di sebagian wilayah Sumatra dan perairan sekitarnya.
Gelombang Rossby Ekuatorial juga memengaruhi kondisi atmosfer di Jawa dan mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah yang dilaluinya. Sementara itu, perlambatan dan belokan angin serta labilitas atmosfer di Kalimantan dan Papua dapat mendorong pengangkatan massa udara dan perkembangan awan konvektif. Karena itu, hujan signifikan masih berpotensi terjadi secara lokal.
Teks sumber yang diberikan menyebut prakiraan hujan sedang hingga sangat lebat dan angin kencang pada Rabu (30/9), tetapi tidak mencantumkan nama daerah dalam daftar tersebut.