bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi beberapa wilayah di Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada hari ini, Kamis (20/8).
BMKG memperkirakan curah hujan di Indonesia secara umum berada pada kategori rendah hingga menengah, yaitu 0 hingga 150 mm per dasarian, mulai dari Dasarian II Agustus hingga Dasarian I September 2026. Kondisi ini mengindikasikan bahwa ketersediaan hujan secara umum masih terbatas dalam beberapa dasarian mendatang.
Menurut BMKG, situasi ini dipengaruhi oleh fenomena El Nino yang memiliki intensitas sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kedua fenomena tersebut cenderung mengurangi pasokan uap air ke wilayah Indonesia dan mempertahankan kondisi atmosfer yang relatif kering. Namun, BMKG menekankan bahwa pengaruh kedua fenomena tersebut tidak seragam di seluruh wilayah, karena dinamika atmosfer regional dan lokal tetap dapat mendukung pembentukan awan hujan.
Selain itu, BMKG memprediksi aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) akan aktif di sebagian besar wilayah Sumatra, Kalimantan bagian barat dan utara, serta Papua bagian barat dan utara dalam sepekan ke depan. Aktivitas Gelombang Kelvin juga diprediksi aktif di sebagian besar Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan. Sementara itu, Gelombang Rossby berpotensi bergerak di sebagian Kalimantan bagian utara dan timur.
Aktivitas gelombang-gelombang tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan konvektif, terutama di wilayah yang didukung oleh konvergensi angin, kelembapan, dan labilitas atmosfer lokal. BMKG menegaskan bahwa tidak ada wilayah yang diprediksi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat atau berstatus Siaga pada hari ini. Begitu pula, tidak ada wilayah yang berpeluang mengalami hujan sangat lebat hingga ekstrem yang masuk kategori Awas.