bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, perusahaan teknologi yang berbasis di Hangzhou, China, bernama Unitree, telah memperkenalkan sebuah robot humanoid baru yang diberi julukan "Superman". Robot ini dilaporkan mampu melakukan lompatan vertikal setinggi 2 meter dari posisi diam dan dapat berlari dengan kecepatan maksimum 12,66 meter per detik.
Menurut informasi yang dikutip dari Reuters, Unitree menyatakan bahwa pengembangan robot "Superman" ini hanya memakan waktu lebih dari tiga bulan. Perusahaan juga menambahkan bahwa robot tersebut masih dalam fase pengembangan aktif dan akan terus mengalami peningkatan dalam beberapa bulan ke depan.
Unitree sebelumnya telah menarik perhatian internasional berkat robot humanoidnya yang memiliki kemampuan berlari, menari, dan melakukan gerakan bela diri.
Pendiri Unitree, Wang Xingxing, pernah menjadi sorotan publik saat hadir di barisan terdepan dalam pertemuan puncak pengusaha teknologi yang dihadiri oleh Presiden Xi Jinping pada tahun lalu.
Melalui platform media sosial resminya, Unitree mengumumkan bahwa mereka telah memproduksi dan mendistribusikan lebih dari 18.000 unit robot humanoid berkaki dua dari berbagai model.
Unitree tercatat sebagai perusahaan robotika serbaguna pertama yang sahamnya diperdagangkan di pasar saham daratan China.
Saham produsen robot humanoid dengan penjualan terbesar di dunia ini mulai diperdagangkan di Shanghai pada Rabu (19/8). Sebelumnya, perusahaan berhasil mengumpulkan dana sebesar 6,1 miliar yuan (setara Rp4,2 triliun) melalui penawaran umum perdana (IPO) pada pekan lalu.
Peluncuran saham Unitree di Shanghai bersamaan dengan pembukaan World Robot Conference di Beijing, yang turut meningkatkan minat investor terhadap perusahaan ini.
Penawaran umum perdana Unitree mencatat kelebihan permintaan hingga lebih dari 8.000 kali lipat dari investor ritel, sebuah rekor baru untuk STAR Market/STAR50 yang berfokus pada sektor teknologi.
Startup ini juga mendapatkan dukungan dari sejumlah perusahaan teknologi terkemuka di China, termasuk Tencent, Alibaba, dan DeepSeek.