bytedaily
Selasa, 07 Juli 2026 - 00:53 WIB

Bos Amazon Inggris: Pengangguran Muda Bukan Salah Mereka, tapi Sistem Pendidikan

Redaksi 23 Mei 2026 16 views
Bos Amazon Inggris: Pengangguran Muda Bukan Salah Mereka, tapi Sistem Pendidikan
Ilustrasi visual (Sumber: bbc.com)

bytedaily - Dilansir dari bbc.com, kepala Amazon Inggris, John Boumphrey, menyatakan bahwa tingginya angka pengangguran di kalangan anak muda bukan disebabkan oleh kurangnya motivasi mereka, melainkan oleh ketidaksiapan sistem pendidikan dalam menghasilkan lulusan yang siap kerja.

Menurut Boumphrey, hampir satu juta anak muda di Inggris tidak aktif dalam pendidikan, pekerjaan, atau pelatihan. Ia menambahkan bahwa Amazon sendiri kesulitan merekrut pekerja dengan keterampilan yang dibutuhkan. Ia menyerukan agar pengalaman kerja menjadi wajib bagi mereka yang berusia di atas 16 tahun, dengan menekankan bahwa ini adalah masalah sistemik yang membutuhkan respons sistemik.

Data resmi menunjukkan bahwa tingkat pengangguran di Inggris naik sedikit menjadi 5% dalam tiga bulan hingga Maret, dari 4,9% pada periode sebelumnya. Khusus untuk usia 16 hingga 24 tahun, tingkat pengangguran mencapai 16,2%, angka tertinggi sejak akhir 2014.

Jane Foley, managing director di Rabobank, menyebut angka tersebut sebagai 'angka yang mengerikan'. Ia menjelaskan bahwa pekerjaan di sektor perhotelan, yang dulunya menjadi tempat banyak orang mendapatkan pengalaman kerja pertama, kini semakin sulit diakses oleh anak muda, baik karena legislasi upah minimum maupun perkembangan teknologi.

Penelitian terpisah dari Institute for Fiscal Studies menunjukkan bahwa penurunan tingkat pekerjaan kaum muda saat ini mendekati level penurunan yang terlihat selama krisis keuangan 2008 dan pandemi COVID-19.

Amazon, yang mempekerjakan 75.000 orang di Inggris, setengahnya direkrut langsung dari pendidikan atau pengangguran, menurut Boumphrey. Ia menolak pandangan umum bahwa anak muda kurang termotivasi. Ia justru menyoroti program pengalaman kerja Amazon bagi penyandang disabilitas intelektual dan autisme sebagai bukti bahwa banyak individu yang 'paling jauh dari dunia kerja' justru menunjukkan transformasi terbesar.

Boumphrey berpendapat bahwa pengalaman kerja wajib bagi mereka yang berusia di atas 16 tahun sangat penting untuk mengajarkan keterampilan yang dicari oleh pemberi kerja, seperti kerja tim, komunikasi, dan pemecahan masalah, yang tidak selalu diajarkan dalam kurikulum formal. Ia mencontohkan siswa T-level yang mendapatkan pemahaman tentang nilai-nilai tersebut melalui pengalaman kerja singkat.

Departemen Pendidikan Inggris memang mengharapkan penyedia pendidikan pasca-16 untuk menawarkan pengalaman kerja sebagai bagian dari syarat pendanaan mereka. Namun, pasar kerja Inggris secara umum sedang melemah, dengan sektor perhotelan dan skema lulusan menjadi yang paling terdampak pada kaum muda.

Salah satu contohnya adalah Andy Wilkins, 26 tahun, yang telah menganggur selama hampir setahun setelah meninggalkan pekerjaan terakhirnya. Dana tabungannya telah habis untuk biaya hidup, dan ia hanya menerima bantuan sosial bulanan. Lulusan universitas ini telah melamar berbagai pekerjaan tingkat awal di berbagai perusahaan ritel dan makanan cepat saji, namun belum berhasil mendapatkan pekerjaan.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi bbc.com.