bytedaily - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) telah mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan bahwa stok Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional dalam kondisi sangat memadai untuk menghadapi lonjakan permintaan selama periode arus balik Lebaran.
Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian panik (panic buying). Ia juga menyarankan penggunaan layanan Pertamina Delivery Service (PDS) 135 bagi masyarakat yang membutuhkan pasokan BBM darurat saat perjalanan.
Per tanggal 22 Maret 2026, ketahanan stok BBM nasional, baik untuk jenis subsidi maupun nonsubsidi, dilaporkan berada dalam kondisi yang sangat mencukupi. Penyaluran BBM dari Terminal BBM Pertamina ke seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dilaporkan berjalan lancar tanpa hambatan berarti, menjamin ketersediaan pasokan bagi konsumen.
Selain pemantauan tingkat nasional, BPH Migas juga secara khusus memantau ketahanan pasokan BBM di Pulau Kalimantan. Di Kalimantan Barat, misalnya, suplai BBM ke SPBU telah ditingkatkan sejak malam takbiran sebagai tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Posko Nasional Sektor Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) 2026. Sejumlah SPBU di Kota Pontianak juga beroperasi selama 24 jam untuk mengantisipasi antrean panjang.
Berdasarkan data penyaluran BBM di Kalimantan Barat periode 9–22 Maret, terjadi peningkatan rata-rata penyaluran harian sebesar 19,8 persen untuk bensin jenis Pertalite dan Pertamax Series, dengan puncak kenaikan mencapai 54 persen pada 20 Maret. Sementara itu, Solar mengalami penurunan 3,7 persen dari rata-rata normal, meski sempat mencatat kenaikan tertinggi 20 persen pada 18 Maret.
PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan berkomitmen memastikan kelancaran suplai ke SPBU dengan penambahan armada mobil tangki dan pengoperasian fasilitas IT Pontianak selama 24 jam untuk menjaga kenyamanan masyarakat selama periode mudik dan arus balik.