bytedaily - Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sonny Harry Budiutomo Harmadi mengemukakan bahwa rendahnya literasi masyarakat terhadap proses penyusunan data statistik menjadi salah satu sebab utama munculnya keraguan publik terhadap validitasnya. Sonny menekankan bahwa statistik bukanlah sekadar hasil perhitungan sederhana, melainkan sebuah proses kompleks yang membutuhkan sumber daya manusia terlatih dan metodologi yang matang.
Proses ini melibatkan para profesional dengan latar belakang pendidikan spesifik, seperti lulusan Politeknik Statistika STIS yang mendalami matematika dan statistik secara mendalam. Sonnenya heran dengan sikap sebagian pihak yang gampang menuduh data statistik tidak berkualitas atau bahkan mengklaim mampu memproduksi data yang lebih baik, padahal penyusunan data yang akurat membutuhkan pemahaman mendalam.
Sonny menegaskan bahwa kualitas data statistik Indonesia telah mendapat pengakuan internasional, terbukti dari apresiasi yang disampaikan oleh United Nations Statistics Division (UNSD) kepada Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti. Selain itu, pengakuan internasional juga ditunjukkan dengan terpilihnya Amalia sebagai Chair Governing Board International Comparison Program (ICP), sebuah program kolaborasi lebih dari 170 negara yang dikelola oleh World Bank guna menghasilkan ukuran ekonomi standar antarnegara, termasuk Purchasing Power Parity (PPP).
Lebih lanjut, Sonny menyoroti penguatan kerja sama internasional BPS, termasuk penandatanganan nota kesepahaman dengan BPS Brazil di hadapan presiden kedua negara, serta presentasi sistem statistik Indonesia di hadapan negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Semua ini menunjukkan bahwa BPS menghasilkan data statistik dengan proses yang terstandarisasi secara internasional dan diakui secara global.