bytedaily
Kamis, 21 Mei 2026 - 07:26 WIB

BRIN dan BMKG Ungkap Prediksi Astronomis Penentuan Idul Fitri 2026 Berbasis Kriteria MABIMS

Redaksi 14 Maret 2026 10 views
BRIN dan BMKG Ungkap Prediksi Astronomis Penentuan Idul Fitri 2026 Berbasis Kriteria MABIMS
Ilustrasi: BRIN dan BMKG Ungkap Prediksi Astronomis Penentuan Idul Fitri 2026 Berbasis Kriteria MABIMS

bytedaily - Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prediksi data astronomis yang dapat memengaruhi penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah pada tahun 2026.

Menurut peneliti BRIN, Thomas Djamaluddin, posisi hilal pada saat Maghrib 19 Maret 2026 di wilayah Asia Tenggara belum akan memenuhi kriteria baru MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Kriteria MABIMS mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan sudut elongasi minimal 6,4 derajat agar hilal dapat terlihat dan dijadikan penanda awal bulan Hijriah.

Berdasarkan perhitungan tersebut, Thomas Djamaluddin memprediksi 1 Syawal 1447 Hijriah, yang menandai Idul Fitri, akan jatuh pada 21 Maret 2026. Ia menambahkan bahwa jika mengacu pada kriteria yang digunakan di Turki, tanggalnya bisa bergeser menjadi 20 Maret 2026.

BMKG turut memberikan data pengamatan hilal yang menunjukkan bahwa ketinggian hilal saat Matahari terbenam pada 19 Maret 2026 diperkirakan berkisar antara 0,91 hingga 3,13 derajat, sementara elongasi geosentrisnya antara 4,54 hingga 6,1 derajat. Data ini juga mengindikasikan bahwa hilal kemungkinan besar belum terlihat dan memenuhi kriteria MABIMS.

Jika hilal tidak terlihat berdasarkan kriteria MABIMS, maka bulan Ramadhan akan digenapkan menjadi 30 hari, yang secara otomatis akan menetapkan Idul Fitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Prediksi ini berpotensi menimbulkan perbedaan dengan penetapan yang mungkin dilakukan oleh Muhammadiyah yang menggunakan metode berbeda.