bytedaily - Menurut informasi dari ekonomi.republika.co.id, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) telah menyiapkan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) khusus untuk Hunian Manggarai yang menawarkan tenor maksimal 40 tahun dengan suku bunga 6 persen yang dijamin tetap hingga kredit lunas. Proyek hunian ini menargetkan harga di bawah Rp600 juta dan berlokasi di kawasan Transit Oriented Development (TOD) Manggarai.
Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menyatakan bahwa skema KPR ini dirancang untuk mempermudah akses masyarakat terhadap hunian di pusat kota dengan cicilan yang lebih terjangkau. Ia menekankan bahwa mandat BTN adalah melayani perumahan rakyat, sehingga tenor 40 tahun dengan bunga 6 persen yang tidak akan berubah menjadi fokus utama.
Hunian Manggarai sendiri dikembangkan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui KAI Properti, yang akan menghadirkan total 3.784 unit hunian yang terbagi dalam delapan menara. Proyek ini sangat strategis karena terintegrasi dengan sistem transportasi publik di kawasan TOD Manggarai.
Nixon menambahkan bahwa harga unit hunian akan dijaga di bawah Rp600 juta, dengan lokasi strategis di pusat kota dan akses transportasi publik yang mudah menjadi daya tarik utama. Konsumen juga akan mendapatkan subsidi suku bunga.
BTN menyediakan dua opsi pembiayaan, yaitu Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang memenuhi syarat, serta KPR non-subsidi yang ditujukan untuk segmen pasar yang lebih luas. Untuk KPR non-subsidi, BTN menawarkan uang muka mulai dari 5 persen dan suku bunga promosi.
Nixon melihat Hunian Manggarai sebagai proyek percontohan untuk pengembangan hunian vertikal yang terjangkau di pusat Kota Jakarta. Konsep serupa berpotensi direplikasi di area sekitar stasiun dan simpul transportasi publik lainnya di Jabodetabek, termasuk kawasan LRT dan MRT.
Lebih lanjut, Nixon menjelaskan bahwa hunian vertikal semakin relevan mengingat keterbatasan dan tingginya harga lahan untuk rumah tapak di kota-kota besar. Hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik juga dianggap sesuai dengan gaya hidup masyarakat perkotaan, terutama generasi muda.
Bersamaan dengan acara groundbreaking, BTN dan KAI Properti resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Hunian Manggarai. Kerja sama ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pengembangan skema pembiayaan, layanan perbankan, pemasaran bersama, hingga dukungan akses pembiayaan bagi konsumen.
BTN juga akan menyediakan 'balé by BTN' sebagai salah satu kanal untuk pendaftaran minat dan pembayaran Nomor Urut Pemesanan (NUP) Hunian Manggarai. BTN akan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan, menyesuaikan proses pembelian dengan progres pembangunan proyek. Pembahasan pembiayaan konstruksi kepada KAI Properti masih dalam tahap negosiasi.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menginformasikan bahwa Hunian Manggarai akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 2,2 hektare dan terdiri dari delapan menara dengan ketinggian 24 lantai. Sebanyak 1.276 unit akan dibangun di Blok G dalam tiga menara, sementara Blok F juga akan dikembangkan.