bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, total saldo Tabungan Simpeda yang berhasil dihimpun oleh seluruh bank pembangunan daerah (BPD) di Indonesia telah mencapai Rp75 triliun. Menanggapi pencapaian ini, Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) mendorong 27 BPD untuk terus memperkuat layanan digital mereka guna menyesuaikan produk Simpeda dengan perubahan kebutuhan dan perilaku transaksi masyarakat.
Ketua Umum Asbanda, Agus Haryoto Widodo, menyatakan bahwa angka Rp75 triliun tersebut mencerminkan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap BPD. Dana Simpeda yang terkumpul ini selanjutnya disalurkan kembali kepada masyarakat melalui berbagai bentuk pembiayaan, termasuk untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta sektor dunia usaha.
Agus menekankan pentingnya adaptasi layanan Simpeda terhadap perubahan perilaku masyarakat, khususnya dalam hal transaksi digital. "Kami ingin Simpeda semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, untuk membayar, untuk belanja, untuk transfer, dan untuk transaksi digital," ungkapnya dalam acara malam puncak Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda Tahun XXXVII-2026 di Bengkulu.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa BPD perlu berinovasi dalam memperluas layanan digital, jaringan merchant, dan ekosistem pembayaran Simpeda. Transformasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan secara keseluruhan. Agus menegaskan bahwa Simpeda harus menjadi lebih modern, digital, dan mudah digunakan, namun tetap mempertahankan kedekatannya dengan masyarakat.
Dalam acara penarikan undian tersebut, hadiah utama senilai Rp500 juta dimenangkan oleh nasabah Bank Kalbar. Selain itu, empat nasabah dari Bank Kalsel, Bank Jakarta, Bank BPD DIY, dan Bank Bengkulu masing-masing memenangkan hadiah Rp100 juta. Total hadiah yang disiapkan dalam Undian Nasional Simpeda 2026 mencapai Rp3 miliar.
Asbanda telah menetapkan Bank Kalsel sebagai tuan rumah penyelenggaraan undian Simpeda berikutnya yang dijadwalkan akan berlangsung di Kalimantan Selatan pada bulan April 2027.