bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, CEO Volvo Håkan Samuelsson mengisyaratkan adanya potensi kembalinya popularitas mobil station wagon di pasar Amerika Serikat. Menurutnya, pasar otomotif saat ini mungkin telah terlalu condong ke segmen SUV.
Samuelsson menyatakan bahwa dalam 10 tahun mendatang, Volvo tidak akan hanya menjual SUV. Ia bahkan memprediksi bahwa dalam lima tahun ke depan, lini produk Volvo tidak akan sepenuhnya didominasi oleh SUV.
Alasan utama di balik prediksi ini adalah kebutuhan akan kendaraan yang lebih rendah. Samuelsson menjelaskan bahwa mobil yang lebih rendah memiliki hambatan udara yang lebih kecil, yang penting untuk efisiensi jarak tempuh (range), terutama pada kendaraan listrik. Area frontal yang lebih kecil membuat segalanya menjadi lebih mudah dalam hal aerodinamika.
Selain faktor teknis, Samuelsson juga menyoroti adanya pergeseran budaya. Ia mengamati bahwa ada kecenderungan generasi muda untuk menjauhi jenis mobil yang pernah dimiliki oleh orang tua mereka. Fenomena ini, yang disebutnya sebagai "pergeseran generasi", bisa mendorong kembali minat pada mobil-mobil berprofil lebih rendah seperti station wagon.
Meskipun tidak merinci rencana spesifik, Samuelsson memberikan indikasi kuat bahwa Volvo sedang mempersiapkan kebangkitan model station wagon. Dengan platform SPA3 Volvo yang skalabel, perusahaan memiliki fleksibilitas untuk mengembangkan kembali model wagon. Hal ini juga berpotensi memberikan pembaruan bagi model V60 Cross Country yang saat ini sudah berusia cukup tua.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.