bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Conor McGregor mengungkapkan perasaannya setelah mengalami kekalahan TKO dari Max Holloway pada ajang UFC 329, Minggu (12/7) waktu Indonesia. McGregor terpaksa menghentikan pertarungan akibat cedera pada kaki kanannya yang tidak memungkinkannya untuk melanjutkan laga.
McGregor menegaskan bahwa cedera tersebut tidak dialaminya sebelum pertandingan. Ia menjelaskan bahwa cedera itu baru muncul saat ia bertanding, mengibaratkan kondisi lututnya yang tidak dapat menopang beban tubuh seperti bagian kendaraan yang rusak parah. "Gasket kepala silinder saya rusak. Hancur," ujarnya.
Petarung yang sebelumnya pernah menjabat sebagai juara UFC kelas ringan ini menyatakan bahwa ia dalam kondisi prima sebelum pertarungan, mampu melakukan tendangan, berdiri tegak, dan melompat tanpa masalah selama pemusatan latihan hingga pemanasan di belakang panggung. "Saya tidak mengalami cedera apa pun sebelum bertanding. Saya bisa menendang, berdiri tegak, melompat, sepanjang menjalani pemusatan latihan maupun pemanasan di belakang panggung sebelum pertarungan," ungkapnya melalui unggahan media sosial.
Kembalinya McGregor ke oktagon UFC setelah lima tahun absen harus diwarnai kekecewaan mendalam akibat cedera yang dialaminya. "Saya sangat terpukul. Saya cuma bisa menggambarkannya seperti neraka," tulis McGregor.
Pasca-pertarungan, McGregor langsung dibawa ke rumah sakit dan tidak hadir dalam sesi konferensi pers. Bos UFC, Dana White, mengonfirmasi bahwa McGregor telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum laga dan dinyatakan sehat sebelum menghadapi Holloway. Dokter pertandingan mengindikasikan adanya masalah pada ligamen kaki kanan McGregor yang diperkirakan membutuhkan waktu penyembuhan berbulan-bulan.
Kekalahan ini menambah catatan negatif McGregor yang kini memiliki rekor 22 kemenangan dan tujuh kekalahan dalam karier mixed martial arts-nya. Setelah kemenangan atas Donald Cerrone pada 2020, McGregor telah menelan tiga kekalahan beruntun, termasuk dua kali dari Dustin Poirier pada 2021 sebelum absen lima tahun.