bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 16:34 WIB

CreativeOne Wealth Beli Saham ETF BlackRock Senilai Rp875 Miliar, Lampaui Tolok Ukur

Redaksi 19 Mei 2026 2 views
CreativeOne Wealth Beli Saham ETF BlackRock Senilai Rp875 Miliar, Lampaui Tolok Ukur
Ilustrasi visual (Sumber: finance.yahoo.com)

bytedaily - Dilansir dari finance.yahoo.com, CreativeOne Wealth melaporkan telah mengakuisisi posisi baru di iShares International Country Rotation Active ETF (NASDAQ:CORO) pada 15 Mei 2026. Pembelian sebanyak 1.708.547 saham ini diperkirakan bernilai 54,93 juta dolar AS, berdasarkan rata-rata harga kuartalan.

Dalam pengajuan ke SEC tertanggal 15 Mei 2026, CreativeOne Wealth mengonfirmasi pembelian tersebut. Nilai posisi tersebut bertambah sebesar 54,93 juta dolar AS pada akhir kuartal. ETF iShares International Country Rotation Active ETF dirancang untuk memberikan eksposur dinamis terhadap pasar ekuitas internasional melalui strategi rotasi negara aktif. Dana ini memanfaatkan kapabilitas riset BlackRock untuk mengidentifikasi dan mengalokasikan aset di antara negara-negara dengan prospek investasi yang menguntungkan, dengan tujuan menawarkan diversifikasi yang lebih baik dan potensi imbal hasil yang disesuaikan dengan risiko dibandingkan alokasi ekuitas internasional statis.

CORO secara aktif melakukan rotasi eksposur antara ETF negara maju dan berkembang berdasarkan kondisi ekonomi dan pasar yang berubah. Hal ini mengindikasikan bahwa CreativeOne cenderung menerapkan strategi diversifikasi global yang lebih taktis, meskipun S&P terus mencetak rekor tertinggi. Per 15 Mei, ETF ini mencatatkan imbal hasil satu tahun sebesar 31,4%, melampaui tolok ukur MSCI ACWI ex-U.S. lebih dari 6 poin persentase. Portofolio saat ini sangat condong ke Jepang, Kanada, Inggris, Korea Selatan, dan Tiongkok, sementara sektor keuangan dan teknologi secara bersama-sama membentuk sekitar 45% dari kepemilikan.

Dana ini baru diluncurkan pada Desember 2024, sehingga asetnya yang mencapai sekitar 3,74 miliar dolar AS menunjukkan modal institusional yang semakin bersedia mencari pertumbuhan di luar AS, terutama jika siklus suku bunga global dan tren mata uang mulai berbalik menguntungkan. Hal ini mungkin menjadi salah satu kesimpulan terpenting bagi investor jangka panjang.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi finance.yahoo.com.