bytedaily
Kamis, 21 Mei 2026 - 02:49 WIB

Dampak Gejolak Timur Tengah bagi Ekspor Indonesia: Analisis Mendag

Redaksi 27 Maret 2026 16 views
Dampak Gejolak Timur Tengah bagi Ekspor Indonesia: Analisis Mendag
Ilustrasi: Dampak Gejolak Timur Tengah bagi Ekspor Indonesia: Analisis Mendag

bytedaily - Meskipun situasi memanas di Timur Tengah, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan bahwa dampaknya terhadap ekspor Indonesia saat ini belum signifikan. Hal ini terutama disebabkan oleh porsi ekspor nasional ke kawasan tersebut yang relatif kecil, hanya mencapai US$9,87 miliar atau 3,49% dari total ekspor pada tahun 2025.

Kontribusi utama ekspor Indonesia ke Timur Tengah didominasi oleh Uni Emirat Arab (sekitar 40%) dan Arab Saudi (sekitar 29%). Dampak yang lebih terasa dari ketegangan regional ini bukanlah penurunan permintaan barang, melainkan peningkatan biaya logistik akibat kenaikan harga minyak dan pengalihan rute pelayaran. Jika konflik berkepanjangan, ada potensi perlambatan pertumbuhan ekspor.

Namun, pemerintah tetap optimistis dengan prospek ekspor yang ditopang oleh kenaikan harga komoditas utama seperti Crude Palm Oil (CPO) dan batubara. Kenaikan nilai ekspor komoditas ini dinilai dapat mengimbangi kenaikan biaya logistik. Untuk memperkuat posisi ekspor, pemerintah juga fokus pada diversifikasi pasar ke kawasan Asia Tenggara, RCEP, Amerika Latin, dan Afrika, serta mempercepat kontrak ekspor melalui strategi *business matching*.