bytedaily
Kamis, 21 Mei 2026 - 14:48 WIB

David Tepper Gandakan Saham Amazon, Jadi Posisi Terbesar di Portofolio Appaloosa

Redaksi 21 Mei 2026 1 views
David Tepper Gandakan Saham Amazon, Jadi Posisi Terbesar di Portofolio Appaloosa
Ilustrasi visual (Sumber: finance.yahoo.com)

bytedaily - Dilansir dari finance.yahoo.com, manajer investasi Appaloosa Management yang dimiliki miliarder David Tepper menggandakan kepemilikan sahamnya di raksasa e-commerce dan komputasi awan, Amazon (NASDAQ: AMZN), pada kuartal pertama tahun ini. Peningkatan kepemilikan ini menjadikan Amazon sebagai posisi terbesar dalam portofolio Appaloosa.

Berdasarkan pengajuan ke Securities and Exchange Commission, Tepper menambah 2,14 juta lembar saham Amazon, yang merupakan peningkatan sebesar 7,9% dari kepemilikan sebelumnya. Kini, Amazon menguasai sekitar 15,2% dari total portofolio Appaloosa, melonjak dari 7,3% pada akhir Desember 2025. Total saham Amazon yang dimiliki Appaloosa kini mencapai 4,3 juta lembar, dengan nilai valuasi sekitar 900 juta dolar AS.

Posisi Amazon di Appaloosa jauh melampaui kepemilikan saham lainnya seperti Micron Technology yang mencapai 9,6% dan Alphabet sebesar 8,4%.

Langkah Tepper ini terjadi setelah ia sempat mengurangi sedikit posisinya di Amazon pada kuartal keempat tahun sebelumnya, dari sekitar 7,4% menjadi 7,2%. Pengurangan tersebut kemungkinan merupakan aksi ambil untung setelah harga saham Amazon melonjak ke atas 254 dolar AS per lembar pada November, naik sekitar 16% sepanjang tahun itu.

Pembelian besar-besaran pada kuartal pertama kemungkinan dilakukan saat harga saham Amazon mengalami penurunan. Saham Amazon sempat jatuh di bawah 200 dolar AS per lembar pada Februari, di tengah aksi jual saham teknologi pada kuartal pertama. Valuasi Amazon sempat menyentuh level terendah dalam 15 tahun pada Februari, yang kemungkinan memicu pembelian besar oleh Tepper. Sejak saat itu, harga saham Amazon telah melonjak 35% menjadi 268 dolar AS per lembar.

Meskipun tidak lagi semurah pada Februari, dengan rasio harga terhadap pendapatan (price-to-earnings ratio) 32 kali, Amazon masih dianggap berada dalam zona beli. Amazon membukukan kinerja kuat pada kuartal pertama, melampaui estimasi. Proyeksi kuartal kedua menunjukkan pertumbuhan penjualan tahun-ke-tahun sebesar 16%-19% dan pertumbuhan laba operasional sebesar 15% pada titik tengah. Pendapatan dari komputasi awan melonjak 28% pada kuartal pertama, dan perusahaan telah melakukan investasi modal besar untuk memanfaatkan permintaan tersebut.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi finance.yahoo.com.