bytedaily
Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Diskon Tambah Daya Listrik 50 Persen Dinilai Beri Dorongan Ekonomi Masyarakat

Redaksi 18 Agustus 2026 2 views
Diskon Tambah Daya Listrik 50 Persen Dinilai Beri Dorongan Ekonomi Masyarakat
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Ketua Umum Asosiasi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (Alperklinas) Tohom Purba menyatakan bahwa program diskon tambah daya listrik yang digelar bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI ke-81 berpotensi memberikan keuntungan ekonomi bagi masyarakat. Ia berpendapat bahwa pengurangan biaya ini dapat membantu pelanggan dalam menyesuaikan kapasitas listrik sesuai dengan kebutuhan rumah tangga maupun kegiatan produktif mereka.

Tohom Purba menjelaskan bahwa semangat kemerdekaan seharusnya dirasakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, dan kemudahan akses layanan listrik dengan biaya yang lebih terjangkau merupakan hal yang dekat dengan kebutuhan rakyat. Menurutnya, keringanan biaya tambah daya ini akan sangat membantu pelanggan dalam memenuhi kebutuhan listrik yang cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya penggunaan peralatan elektronik di rumah atau kebutuhan daya yang lebih besar untuk kegiatan usaha.

Program yang bertajuk Merdeka Daya ini menawarkan diskon sebesar 50 persen untuk biaya tambah daya bagi pelanggan rumah tangga tegangan rendah satu fasa. Diskon ini berlaku bagi pelanggan dengan daya awal mulai dari 450 VA hingga 5.500 VA, dan dapat melakukan penambahan daya hingga mencapai 7.700 VA. Program ini dilaksanakan pada periode 17 hingga 25 Agustus 2026.

Sebagai ilustrasi, pelanggan dengan daya awal 450 VA yang ingin menambah kapasitas menjadi 900 VA hanya perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp 210.825, berbeda dengan biaya normal yang mencapai Rp 421.650. Sementara itu, pelanggan yang memiliki daya 5.500 VA dan berencana menambah daya menjadi 7.700 VA, akan dikenakan biaya Rp 1.065.900 dari biaya normal Rp 2.131.800.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.