bytedaily
Sabtu, 22 Agustus 2026 - 00:27 WIB

Dominasi UMKM dalam Ekosistem QRIS, BI Dorong Transformasi Digital

Redaksi 21 Agustus 2026 3 views
Dominasi UMKM dalam Ekosistem QRIS, BI Dorong Transformasi Digital
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Menurut informasi dari ekonomi.republika.co.id, hingga Juni 2026, sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) telah diadopsi oleh 65,77 juta pengguna dan diterima oleh 44,86 juta merchant. Dari jumlah tersebut, mayoritas sebesar 96,68 persen adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Bank Indonesia (BI) menilai bahwa perluasan QRIS tidak hanya memfasilitasi kemudahan bertransaksi, tetapi juga berperan penting dalam menghubungkan UMKM dengan ekosistem ekonomi dan keuangan digital. Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menyatakan bahwa QRIS kini bukan sekadar alat pembayaran digital yang efisien, melainkan telah menjadi gerbang utama bagi UMKM untuk memasuki dunia keuangan digital.

Dalam konteks pesatnya perkembangan ekonomi digital, transformasi digital dianggap krusial untuk meningkatkan produktivitas, memperluas jangkauan pasar, dan membantu UMKM berkembang. BI secara aktif mendorong UMKM untuk melakukan digitalisasi melalui tiga strategi utama: e-farming dengan digital farming untuk efisiensi dan produktivitas, e-commerce melalui onboarding UMKM untuk akses pasar digital, serta e-financing dengan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) untuk penguatan laporan keuangan dan akses pembiayaan.

Filianingsih menekankan pentingnya penguatan ekosistem inovasi digital guna mendorong transformasi dan daya saing UMKM. Salah satu upaya yang dilakukan BI adalah pengembangan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI). PIDI berfungsi sebagai platform yang menyatukan talenta, inovator, industri, pemerintah, dan mitra strategis untuk menciptakan solusi digital yang aplikatif di sektor riil, termasuk bagi UMKM.

PIDI merupakan hasil kolaborasi BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan mitra strategis untuk mempercepat inovasi dan pengembangan talenta digital nasional. Bagi UMKM, PIDI menyediakan wadah untuk menghasilkan solusi digital yang mudah diadopsi dan direplikasi guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta memperluas akses pasar dan pembiayaan.

Filianingsih menyatakan optimisme bahwa dengan talenta yang mumpuni, inovasi yang implementatif, dan ekosistem yang sinergis, UMKM Indonesia akan terus bertransformasi, tumbuh, dan naik kelas, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. BI juga menyelenggarakan Innovation Talk bertajuk “Akselerasi Transformasi Digital UMKM: Integrasi Inovasi Digital Menuju UMKM Naik Level” sebagai bagian dari rangkaian Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.