bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, mengimbau agar pembangunan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tidak diborong oleh oknum. Ia menekankan pentingnya prinsip satu orang hanya boleh membeli satu unit hunian untuk memastikan program perumahan terjangkau ini benar-benar menyasar kelompok masyarakat yang dituju.
Hashim mengingatkan adanya potensi praktik pembelian dalam jumlah besar oleh segelintir orang, bahkan dengan memanfaatkan nama orang lain. Oleh karena itu, ia mendesak pengelola program untuk menegakkan prinsip 'satu pelanggan, satu peminat, satu apartemen'. "Jangan diborong ya, dari 3.000 (unit) nanti orang tertentu beli 300, 500 (unit) nanti titip siapa, titip sopirnya, atas nama sopirnya, atas nama office boy-nya, ini kita akui ini sudah terjadi di sejarah Republik Indonesia. So itu kita harus adil, satu pelanggan satu peminat satu apartemen," tegas Hashim dalam acara Groundbreaking Hunian Manggarai di Lahan KAI Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (21/8).
Lebih lanjut, Hashim menjelaskan bahwa potensi pembelian dalam jumlah besar perlu diantisipasi mengingat kualitas, lokasi, dan nilai hunian yang baik berpotensi mendorong peningkatan harga tanah dan apartemen di masa mendatang. "Jangan nanti ada oknum nakal yang nanti karena pasti kita lihat nanti, apalagi mutunya begitu bagus. Lokasi dan mutu bagus nanti nilai tanah dan apartemen akan meningkat tajam," ungkapnya.
Menurut Hashim, persoalan ini harus menjadi perhatian serius dalam pelaksanaan program agar manfaat hunian tidak beralih kepada pihak yang melakukan pembelian unit dalam skala besar. Ia juga menyebut bahwa beberapa pihak telah menyampaikan kekhawatiran serupa kepadanya.
Selain isu pembelian, Hashim juga menyoroti pentingnya persiapan pengelolaan dan perawatan hunian sejak awal. Ia menilai pemeliharaan menjadi salah satu aspek krusial yang seringkali menjadi titik lemah setelah proses pembangunan selesai. "Titik lemah kita terus terang saja adalah perawatan, pemeliharaan. Kita bangun dengan bagus sekali, dari dulu kita membangun bagus sekali, tapi kelemahan kita terus terang saja itu adalah maintenance ya," ujarnya.
Ia berharap kualitas hunian dapat terjaga dalam jangka panjang, bahkan ketika nantinya dihuni oleh ribuan pembeli. "Mudah-mudahan 10 tahun lagi Pak (Presiden) Prabowo bisa berkunjung ke sini didampingi oleh Pak Ara (Menteri PKP) dan Pak Bobby (Dirut KAI), kita melihat bahwa nanti apartemen yang kita bangun bersama itu nanti kondisinya bagus. Jangan nanti berkarat, jangan nanti bocor-bocor ya," harapnya.
Untuk mendukung pengelolaan kawasan, Hashim mengusulkan pembentukan badan pengelolaan bersama. Ia memperkirakan sekitar 3.700 pelanggan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) nantinya memerlukan wadah untuk mengelola kepentingan bersama di lingkungan hunian tersebut. "Maka nanti ada pengelolaan bersama, mungkin harus ada suatu badan atau entitas Pak Menteri untuk dibentuk untuk yang mengelola untuk kepentingan bersama. Yang nanti 3.700 pelanggan dari BTN itu nanti itu harus nanti ada bentuk asosiasi, neighborhood association atau apa," usul Hashim.