bytedaily
Senin, 18 Mei 2026 - 22:33 WIB

Dunia Pemuliaan Anggrek: Rahasia, Keuntungan, dan Peran Laboratorium

Redaksi 15 Mei 2026 12 views
Dunia Pemuliaan Anggrek: Rahasia, Keuntungan, dan Peran Laboratorium
Ilustrasi visual (Sumber: bbc.com)

bytedaily - Dilansir dari bbc.com, pengembangan jenis anggrek baru bisa memakan waktu satu dekade kerja keras sebelum siap dipasarkan. Meskipun potensi keuntungannya signifikan, dengan pasar anggrek global bernilai ratusan juta dolar, persaingan untuk menciptakan bunga yang paling indah sangatlah ketat.

Oleh karena itu, dalam perlombaan mengembangkan tipe anggrek baru, laboratorium memegang peranan sepenting rumah kaca. Perusahaan pemuliaan anggrek terkemuka asal Belanda, Floricultura, menyatakan bahwa campur tangan manusia selama berabad-abad, melalui seleksi dan perbanyakan, telah membuat latar belakang genetik banyak anggrek komersial menjadi 'bencana'. Hal ini menyulitkan prediksi karakteristik tanaman baru.

Namun, dengan mengembangkan penanda genetik (genetic markers) untuk sifat-sifat tertentu seperti warna, bentuk, ketahanan terhadap penyakit, dan lama mekar, Floricultura dan pesaingnya berupaya mempercepat proses seleksi. Alih-alih menunggu tanaman hasil persilangan berbunga dalam tiga tahun, pemulia dapat menerapkan teknik penyaringan genetik pada tanaman muda. Mereka dapat membuang tanaman yang tidak sesuai kriteria sejak awal.

Wart van Zonneveld, manajer riset dan pengembangan Floricultura, menjelaskan bahwa dari ribuan hasil persilangan di laboratorium, mereka dapat menyaring berdasarkan penanda genetik yang dicari. "Ini adalah indikasi dari sifat tertentu yang Anda inginkan atau tidak inginkan, tergantung pada apa yang lebih mudah ditemukan," ujarnya.

Teknik pemuliaan baru (novel breeding techniques) ini dijaga kerahasiaannya. Setiap perusahaan mengembangkan penanda dan proses genetik mereka sendiri untuk menghasilkan varietas unik. Van Zonneveld menyatakan bahwa kerahasiaan ini penting karena membutuhkan investasi besar.

Paul Arens, peneliti pemuliaan tanaman hias di Universitas Wageningen, Belanda, menekankan bahwa prosesnya tetaplah pemuliaan. "Anda harus melakukan persilangan, dan kami tidak bisa begitu saja mengambil sepotong DNA dan mengembalikannya dengan mudah," katanya. Ia dan koleganya melakukan penelitian untuk inisiatif yang didukung pemerintah Belanda, yang berbagi informasi dengan perusahaan peserta.

Arens menambahkan, "Dasarnya tetap sama seperti yang kita lakukan selama 100 tahun terakhir. Anda mengambil dua tanaman, melihat karakteristiknya, dan melakukan persilangan. Tetapi [para pemulia] mengenakan jas putih laboratorium, [dan] mereka melakukan semua jenis penelitian dengan penanda, dengan genomik, pada kesehatan tanaman."

Genetika juga berperan dalam melindungi hak kekayaan intelektual varietas baru, baik melalui hak pemulia di Eropa maupun paten di Amerika Serikat. Arens menjelaskan bahwa perusahaan ingin memiliki hak eksklusif untuk mengkomersialkan anggrek baru mereka. Jika tidak, orang lain bisa saja membeli, memperbanyak, dan menjualnya kembali.

Untuk mendapatkan hak pemulia atau paten, varietas baru harus berbeda dari yang sudah ada di pasaran, stabil, dan seragam. Meskipun hak pemulia dan paten diberikan berdasarkan deskripsi fisik, bukan analisis DNA, perbandingan dengan produk serupa sangat penting. Analisis DNA menjadi alat yang ampuh untuk menentukan perbandingan tersebut, serupa dengan ilmu forensik, di mana penanda DNA menghasilkan pola yang bisa dicocokkan.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi bbc.com.