bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, Indah Prihatiningsih merintis EKKYTA di Kota Semarang pada 2011, berawal dari kegemarannya merajut. Usaha kreatif itu memproduksi berbagai kerajinan tangan, seperti keranjang rajut karakter dan tas makrame, dengan mengutamakan keunikan, ketahanan, dan nilai estetika.
EKKYTA juga mengembangkan produk melalui beragam teknik dan bahan, termasuk mengolah kain perca menjadi barang fungsional. Pasarnya kini mencakup pelanggan lokal, antarkota, dan antarpulau, serta pasar ekspor melalui pihak ketiga.
Indah mengatakan usahanya berkembang melalui proses belajar dan inovasi. Ia mengenal linkumkm by BRI melalui Rumah BUMN Semarang ketika mengikuti sejumlah program pelatihan.
Menurut Indah, menjaga pembeda produk menjadi tantangan karena sejumlah pelaku usaha menggunakan teknik serupa. Ia menyebut upaya berinovasi membuka kesempatan bagi EKKYTA untuk mengikuti berbagai pameran, antara lain UMKM EXPO(RT) BRILiaNpreneur 2023, BRI UMKM EXPO(RT) 2025, INACRAFT, dan pameran yang digelar dinas di Kota Semarang.
Pelatihan melalui linkumkm by BRI turut memberikan pengetahuan dan keterampilan yang diterapkan Indah dalam mengelola bisnis. EKKYTA juga meraih Juara 2 BRI Inkubator Rumah BUMN Semarang 2023. Untuk mendukung kegiatan usaha dan transaksi, EKKYTA menggunakan layanan BRI berupa tabungan, BRImo, dan QRIS.
Selain mengembangkan produk dan memperluas pasar, Indah membagikan keterampilan merajut kepada warga binaan Lapas Perempuan Semarang. Seusai pelatihan, mereka dilibatkan dalam proses produksi EKKYTA.
Secara terpisah, SEVP Micro Business Empowerment BRI M. Candra Utama mengatakan perjalanan EKKYTA menunjukkan bahwa pengembangan kapasitas dan kemampuan berinovasi dapat mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah.