bytedaily
Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:26 WIB

Sokoguru Policy Series Bahas Kolaborasi untuk Ketahanan Energi Nasional

Redaksi 16 Oktober 2026 1 views
Sokoguru Policy Series Bahas Kolaborasi untuk Ketahanan Energi Nasional
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, penguatan eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) dinilai penting untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan. Upaya itu memerlukan investasi, kepastian regulasi, teknologi, serta kerja sama pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan lain.

Isu tersebut dibahas dalam Sokoguru Policy Forum bertema “Darurat Eksplorasi, Mutlaknya Kolaborasi Mendukung Ketahanan Energi Nasional” di Jakarta, Rabu (14/10). Dari forum itu, Sokoguru mengembangkan diskusi kebijakan publik melalui Sokoguru Policy Series, sebagai ruang bagi regulator, praktisi, akademisi, dan pengamat untuk membahas tantangan serta penguatan sektor energi.

Diskusi mengenai eksplorasi migas diharapkan menghasilkan gagasan dan kebijakan yang mendukung kesinambungan cadangan dan produksi, mengurangi kerentanan pasokan energi, serta menekan defisit perdagangan migas dan beban fiskal pemerintah.

Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) Raden Adjeng Sondaryani mengatakan peningkatan cadangan migas membutuhkan langkah strategis. Di antaranya, eksplorasi di wilayah perbatasan atau frontier, laut dalam atau deep water, serta pencarian cadangan berukuran besar atau giant fields. Ia menyampaikan temuan baru diharapkan mendukung swasembada energi dan peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi di dalam negeri, sejalan dengan program Asta Cita Presiden RI.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero) Agung Wicaksono menekankan perlunya penguatan tata kelola dan investasi untuk mengatasi tantangan sektor hulu migas. Tantangan yang ia soroti meliputi penurunan produksi sumur dan realisasi pengeboran sumur eksplorasi yang masih di bawah target. Menurutnya, percepatan eksplorasi membutuhkan kolaborasi regulator, auditor negara, praktisi hukum, pelaku usaha, dan akademisi.

Forum itu juga menggelar diskusi panel yang diikuti Koordinator Anggota Pemangku Kepentingan Dewan Energi Nasional Satya Widya Yudha, Deputi Eksplorasi Pengembangan dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas Rikki Rahmat Firdaus, serta VP Supply Chain Management and Procurement Searah Muara Bakau Teddy Wahyu Rahmanto. Hadir pula Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro dan Kepala SKK Migas periode 2014–2018 Amien Sunaryadi. Para panelis membahas kondisi migas nasional, tantangan eksplorasi, dan upaya mempercepat pencarian cadangan baru.

Satya Widya Yudha menyampaikan bahwa posisi ASEAN sebagai pengekspor bahan bakar fosil semakin melemah, sementara kebutuhan impor minyak terus meningkat. Ia menilai keadaan tersebut memperkuat perlunya kebijakan yang menopang kemandirian energi dan keberlanjutan pasokan. Menurutnya, Kebijakan Energi Nasional memberi arah bagi kemandirian dan ketahanan energi sekaligus pemenuhan komitmen dekarbonisasi.

Satya menambahkan bahwa peningkatan eksplorasi, penemuan cadangan baru, dan optimalisasi produksi minyak diperlukan untuk menjawab tantangan pasokan. Pengembangan lapangan gas baru serta penguatan infrastruktur juga dinilai penting untuk menjaga ketahanan pasokan gas nasional.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.