bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menandatangani perjanjian kerja sama untuk pembangunan hunian aparatur sipil negara (ASN) dan lima investasi swasta dengan nilai keseluruhan sekitar Rp3,74 triliun.
Kerja sama itu meliputi pembangunan delapan tower rumah susun ASN senilai Rp2,62 triliun serta investasi swasta murni sebesar Rp1,11 triliun di sejumlah sektor. Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan Nusantara menggunakan beragam skema, termasuk APBN, kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), investasi swasta, serta hibah. Dalam acara penandatanganan di kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) Nusantara, Rabu (14/10), ia menyebut dua proyek KPBU dan lima investasi swasta akan segera memasuki tahap pembangunan.
Di sektor perumahan, PT Nindya Karya dan PT Nindya Estate Management menginisiasi pembangunan delapan tower rumah susun yang berisi 288 unit. Setiap unit memiliki luas 190 meter persegi. Sebelumnya, pada 6 Oktober 2026, Otorita IKN menandatangani kerja sama dengan PT Intiland Development Tbk untuk membangun 109 rumah tapak ASN senilai Rp2,819 triliun.
Lima investasi swasta tersebut mencakup peternakan ayam terintegrasi oleh PT Berdikari senilai Rp177 miliar dan fasilitas komersial serta apartemen Grand Vista Nusantara oleh PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park senilai Rp1 triliun. Investasi lainnya bergerak di bidang kuliner, mebel, dan sarana olahraga.
Bupati Jepara Witiarso Utomo mengapresiasi kesempatan bagi pelaku usaha daerah untuk ikut serta dalam pembangunan IKN. Ia mengatakan investasi di Nusantara juga dapat membuka peluang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar.