bytedaily - Dilansir dari bbc.com, Sam Altman, Chief Executive Officer (CEO) dan salah satu pendiri OpenAI, mengungkapkan bahwa Elon Musk pernah berupaya mengambil alih kendali perusahaan kecerdasan buatan (AI) tersebut. Bahkan, Musk disebut sempat mengusulkan agar kendali itu diwariskan kepada anak-anaknya kelak.
Kesaksian ini disampaikan Altman di hadapan juri federal di Oakland, California, pada Selasa (11/6/2024). Musk saat ini sedang menggugat Altman, menuduh CEO OpenAI itu telah "menggelapkan amal" mengingat OpenAI awalnya didirikan sebagai organisasi nirlaba.
Altman menjelaskan bahwa Musk tidak hanya mendukung gagasan OpenAI beralih menjadi bisnis yang berorientasi laba, tetapi juga menginginkan kontrol jangka panjang atas perusahaan itu. "Salah satu momen yang paling mengerikan adalah ketika rekan-rekan pendiri saya bertanya, 'Jika Anda yang memegang kendali, apa yang akan terjadi saat Anda meninggal?' Dia (Musk) mengatakan sesuatu seperti '...mungkin ini harus diwariskan kepada anak-anak saya,'" ungkap Altman.
Usulan Musk tersebut muncul ketika ia berusaha mendapatkan lebih banyak kendali atas OpenAI setelah perusahaan itu didirikan pada tahun 2015. Selain menginginkan lebih banyak kursi di dewan direksi OpenAI dan menjadi CEO, Altman menyebut Musk juga mengusulkan agar OpenAI menjadi anak perusahaan Tesla, perusahaan kendaraan listrik miliknya.
Altman menambahkan, tujuan utama di balik restrukturisasi OpenAI menjadi entitas yang lebih tradisional dan berorientasi laba adalah untuk "mendapatkan lebih banyak uang lebih cepat." Musk, menurut Altman, merasa pantas memimpin perusahaan semacam itu, sebagian karena ketenarannya sebagai pebisnis yang dapat membantu OpenAI mendapatkan pendanaan. "Jika saya membuat satu cuitan tentang ini, nilainya langsung berlipat ganda," Altman menirukan ucapan Musk.
Namun, Altman bersama rekan pendiri OpenAI lainnya, Greg Brockman dan Ilya Sutskever, memutuskan bahwa memberikan kendali penuh kepada Musk demi pendanaan yang lebih besar atau lebih mudah tidak akan sejalan dengan misi OpenAI untuk mengejar kecerdasan buatan umum (AGI). "Saya merasa sangat tidak nyaman dengan itu," kata Altman. "Salah satu alasan kami mendirikan OpenAI adalah karena kami tidak berpikir satu orang pun harus mengendalikan AGI."
AGI didefinisikan secara luas dalam komunitas teknologi dan AI sebagai alat atau model AI yang menjadi sangat mampu dan "cerdas" hingga melampaui kemampuan manusia dalam sebagian besar tugas.
Pada akhirnya, Musk meninggalkan OpenAI pada awal 2018 dan menghentikan donasi kuartalan sebesar 5 juta dolar AS kepada perusahaan tersebut. Altman menggambarkan sebuah email dari Musk yang "terpatri dalam ingatan saya" di mana ia menyatakan bahwa OpenAI "memiliki peluang nol persen, bukan satu persen, untuk sukses" tanpanya.
Ketika Altman menawarkan Musk opsi untuk berinvestasi di OpenAI saat perusahaan membentuk anak perusahaan yang berorientasi laba pada tahun 2019, Musk menolak. "Dia menolak karena dia tidak akan lagi berinvestasi pada startup apa pun yang tidak dia kendalikan," ujar Altman.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi bbc.com.