bytedaily - Pendiri SpaceX dan Tesla, Elon Musk, secara mengejutkan menyatakan kesiapannya untuk menanggung pembayaran gaji petugas Badan Keamanan Transportasi Amerika Serikat (TSA) yang menghadapi potensi krisis akibat kebuntuan anggaran federal. Tawaran ini muncul di tengah anggaran pemerintah yang terhenti, yang berpotensi membuat para petugas TSA tidak menerima gaji untuk kedua kalinya dalam periode enam bulan.
Pernyataan Musk melalui platform X disampaikan saat kebuntuan anggaran yang melibatkan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS), lembaga induk TSA, telah berlangsung selama lima minggu. Situasi ini mengancam kelanjutan penerimaan gaji para petugas keamanan bandara, meskipun mereka tetap diwajibkan bekerja dan imbasnya terlihat pada antrean panjang pemeriksaan di berbagai bandara.
Musk menyoroti dampak negatif kebuntuan pendanaan ini terhadap jutaan warga Amerika yang memanfaatkan fasilitas bandara di seluruh negeri. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak DHS, TSA, maupun perwakilan Musk mengenai tawaran tersebut. Namun, peringatan dari industri penerbangan dan perjalanan sudah beredar mengenai potensi peningkatan tingkat ketidakhadiran di antara sekitar 50 ribu petugas keamanan bandara.
Data menunjukkan gaji rata-rata petugas TSA mencapai US$61 ribu per tahun, dan beberapa bandara dilaporkan telah memulai inisiatif penggalangan dana serta donasi untuk membantu para petugas. Sementara itu, perundingan anggaran di Senat AS masih berlangsung dengan indikasi penyempitan perbedaan pandangan antarpartai, meskipun kesepakatan final belum tercapai.