bytedaily - Melansir dari ekonomi.republika.co.id, FDC Dental Clinic berencana memperluas jangkauan layanan kesehatan gigi di Indonesia dengan menargetkan pengoperasian 100 klinik hingga akhir tahun 2026. Ekspansi ini akan diprioritaskan pada daerah-daerah yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan gigi, khususnya di luar Pulau Jawa.
CEO dan Founder FDC Dental Clinic, Ita Lestari, menyatakan bahwa penambahan jumlah klinik merupakan upaya perusahaan untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Saat ini, FDC telah mengoperasikan sekitar 70 klinik di berbagai wilayah di Indonesia.
Ita Lestari menjelaskan bahwa strategi ekspansi tidak hanya terbatas pada kota-kota besar, tetapi juga menjangkau wilayah yang membutuhkan layanan kesehatan gigi. Sukabumi menjadi salah satu lokasi pembukaan cabang baru, yang terinspirasi dari kegiatan bakti sosial FDC Foundation di kawasan Ciptagelar. Melalui kegiatan tersebut, FDC melihat adanya kebutuhan layanan kesehatan gigi yang memadai bagi masyarakat setempat.
Selain Sukabumi, FDC juga tengah mempersiapkan pembukaan cabang di Serang, Lampung, Padang, dan beberapa daerah lainnya sebagai bagian dari rencana perluasan jaringan layanan kesehatan.
Dalam upaya mengampanyekan gaya hidup sehat, FDC berkolaborasi dengan Perserasi melalui turnamen Mother of Padel. Ita Lestari menekankan keterkaitan antara kesehatan, olahraga, dan gaya hidup.
Di sisi lain, FDC Foundation juga aktif dalam program tanggung jawab sosial di bidang seni dan budaya. Director of Social Impact FDC Foundation, Shofia Naafi, menyebutkan salah satu program yang dijalankan adalah bantuan renovasi fasilitas belajar dan mengajar di SMK Negeri 1 Kasihan, Yogyakarta, yang dikenal memiliki prestasi di bidang kesenian.
FDC juga terus mengembangkan layanan digital melalui aplikasi yang telah diunduh lebih dari 1,5 juta kali. Aplikasi ini memungkinkan pasien untuk melakukan reservasi, memilih dokter, mendapatkan informasi layanan, hingga mengetahui estimasi biaya sebelum perawatan. Pemanfaatan teknologi ini diklaim dapat meningkatkan efisiensi pelayanan, mengurangi waktu tunggu pasien, serta memberikan kemudahan dan transparansi dalam mengakses layanan kesehatan gigi.