bytedaily
Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:41 WIB

Fenomena El Nino Diperkirakan Menguat, Potensi 'Super El Nino' Mengancam

Redaksi 28 Juli 2026 11 views
Fenomena El Nino Diperkirakan Menguat, Potensi 'Super El Nino' Mengancam
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, fenomena iklim El Nino diprediksi akan semakin menguat dalam beberapa waktu mendatang, bahkan berpotensi mencapai kategori 'Super El Nino' yang merupakan intensitas terkuat dalam catatan sejarah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan Indeks Niño 3.4 dasarian masih berada di angka +2.26 dengan Indeks Osilasi Selatan (SOI) mencapai -28,2. Indikator ini mengindikasikan bahwa El Nino saat ini memiliki intensitas kuat dan berpeluang semakin menguat.

Kondisi penguatan El Nino ini diperkirakan dapat menghambat pembentukan awan hujan dan memperparah penurunan curah hujan di berbagai wilayah Indonesia. National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Amerika Serikat mengonfirmasi penguatan El Nino dalam sebulan terakhir, ditandai dengan kenaikan suhu permukaan laut lebih dari +1,0°C di atas normal pada sebagian besar wilayah Pasifik khatulistiwa bagian tengah dan timur. NOAA juga mencatat kenaikan suhu di bawah permukaan laut di sepanjang garis khatulistiwa akibat pergerakan gelombang Kelvin.

Menurut NOAA, fenomena El Nino diperkirakan akan terus berlanjut dan menguat hingga akhir tahun ini, dengan kemungkinan 97 persen akan berlangsung hingga awal musim semi 2027. Profesor riset dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Erma Yulihastin, menyatakan bahwa prediksi para pakar iklim mengindikasikan pemanasan suhu akibat El Nino dapat melampaui 2 derajat Celsius, menjadikannya lebih parah dari El Nino tahun 2023. Intensitas El Nino saat ini yang tercatat 1,74 derajat Celsius sudah melampaui ambang batas El Nino 2023 yang mencapai 1,6 derajat Celsius, dan diprediksi akan mencapai ambang batas di atas 2 derajat Celsius pada bulan Agustus.

Kategori Super El Nino sebelumnya pernah terjadi pada tahun 1997 dan 2015. Namun, El Nino tahun ini diprediksi akan memiliki intensitas yang lebih kuat dari kedua peristiwa tersebut. Dampak El Nino kali ini diperkirakan akan lebih parah dibandingkan tahun 2023 karena intensitasnya yang sudah lebih tinggi dan berpotensi terus meningkat. El Nino diperkirakan akan memengaruhi sektor pertanian dan ketersediaan air, meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, menurunkan kualitas udara akibat peningkatan polutan, serta menimbulkan gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan penyakit akibat paparan suhu panas.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.