bytedaily
Kamis, 21 Mei 2026 - 18:39 WIB

FIM Tunda Kualifikasi Moto2 dan Moto3 GP Brasil Akibat Kerusakan Sirkuit Ayrton Senna

Redaksi 22 Maret 2026 18 views
FIM Tunda Kualifikasi Moto2 dan Moto3 GP Brasil Akibat Kerusakan Sirkuit Ayrton Senna
Ilustrasi: FIM Tunda Kualifikasi Moto2 dan Moto3 GP Brasil Akibat Kerusakan Sirkuit Ayrton Senna

bytedaily - Kejuaraan dunia Grand Prix (GP) Brasil di Sirkuit Ayrton Senna, Interlagos, mengalami penundaan jadwal sesi kualifikasi untuk kelas Moto2 dan Moto3. Keputusan mendadak ini diambil menyusul ditemukannya lubang besar di area lintasan yang memaksa penyelenggara melakukan pekerjaan konstruksi darurat.

Menurut laporan dari Crash, lubang yang menganga tersebut memiliki kedalaman hingga sepinggang dan memakan area sekitar 2x1 meter, akibat terkelupasnya sebagian besar aspal. Pengerjaan perbaikan yang melibatkan alat berat dan material kerikil pun segera dilakukan untuk menutup celah tersebut. Kondisi ini secara langsung berdampak pada penundaan sesi kualifikasi yang sedianya digelar pada Sabtu (21/3).

Pihak MotoGP telah mengeluarkan pernyataan resmi mengenai insiden yang terjadi. Pembenahan lintasan ini disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur Sirkuit Ayrton Senna belakangan ini, yang berujung pada masalah pada permukaan lintasan lurus sirkuit.

Petugas Keselamatan FIM MotoGP, Tome Alfonso, mengkonfirmasi bahwa kerusakan terjadi akibat pergerakan tanah. "Karena hujan lebat beberapa hari terakhir, terjadi penurunan permukaan lintasan yang disebabkan pergerakan tanah," ungkap Alfonso. Ia menambahkan bahwa lubang tersebut berada di luar area balap dan perbaikannya sedang dikebut. Alfonso berharap perbaikan ini tidak akan mengganggu jadwal Sprint Race MotoGP yang rencananya tetap dilaksanakan sesuai jadwal.

Meskipun kualifikasi Moto2 dan Moto3 ditunda hingga pemberitahuan lebih lanjut, jadwal Sprint Race MotoGP Brasil rencananya akan tetap dilanjutkan pada Minggu (22/3) dini hari. Pengumuman mengenai jadwal pasti penundaan kualifikasi kelas Moto2 dan Moto3 akan diumumkan lebih lanjut oleh otoritas balap.