bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, final Piala Dunia 2026 akan mencatat sejarah baru dengan mempertemukan juara bertahan Piala Eropa melawan jawara Copa Amerika. Ini adalah kali pertama kedua tim yang memegang gelar regional tersebut saling berhadapan di partai puncak Piala Dunia.
Spanyol, yang berhasil mengalahkan Prancis di semifinal, merupakan pemenang Piala Eropa 2024. Tim yang dilatih oleh Luis de la Fuente ini berambisi mengulang kesuksesan pada tahun 2008 dan 2010, yaitu meraih gelar Euro dan Piala Dunia secara bersamaan.
Di sisi lain, Argentina, yang menyingkirkan Inggris dalam semifinal, adalah juara bertahan Copa Amerika 2024. Tim asuhan Lionel Scaloni ini berupaya meniru pencapaian mereka pada tahun 2021 dan 2022.
Pertemuan ini dianggap sebagai fenomena langka dan final yang ideal. Argentina juga berstatus sebagai juara bertahan Piala Dunia 2022, sehingga final ini dapat diartikan sebagai unifikasi tiga gelar sekaligus, yang akan menentukan juara sejati.
Profil kedua tim menunjukkan perbedaan signifikan dalam komposisi pemain. Argentina masih mengandalkan mayoritas pemain yang membawa mereka juara Piala Dunia 2022 dan Copa Amerika 2024, dengan rata-rata usia skuad 29,2 tahun. Rata-rata usia pemain starter mereka bahkan mencapai 29,4 tahun.
Sebaliknya, Spanyol tampil dengan skuad yang lebih muda, memiliki rata-rata usia tim 26,12 tahun, dan rata-rata usia starter 26,4 tahun. Lionel Messi menjadi pemain tertua di final ini dengan usia 39 tahun, sementara pemain termuda dari Argentina adalah Nico Paz (21 tahun).
Dari kubu Spanyol, pemain tertua adalah Borja Iglesias yang bukan pemain utama. Pemain termuda Spanyol adalah Lamine Yamal dan Pau Cubarsi, keduanya berusia 19 tahun.
Pertanyaan besar kini adalah siapa yang akan dinobatkan sebagai juara sejati. Kedua tim memiliki potensi besar, namun peran Lionel Messi kemungkinan akan menjadi kunci dalam menentukan hasil akhir.