bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 23:22 WIB

Frasa Khas AI 'Bukan Sekadar Ini, Tapi Itu' Meningkat Tajam dalam Komunikasi Korporat

Redaksi 21 April 2026 5 views
Frasa Khas AI 'Bukan Sekadar Ini, Tapi Itu' Meningkat Tajam dalam Komunikasi Korporat
Ilustrasi visual (Sumber: techcrunch.com)

bytedaily - Dilansir dari techcrunch.com, penggunaan frasa 'bukan sekadar ini, tapi itu' dalam tulisan yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) kini telah menjadi begitu umum sehingga hampir menjadi jaminan bahwa teks tersebut disintetis. Fenomena ini tidak hanya terbatas pada tulisan AI, tetapi juga semakin marak dalam komunikasi korporat.

Sebuah laporan Barron's menyoroti peningkatan drastis penggunaan konstruksi kalimat ini dalam komunikasi perusahaan. Laporan tersebut tidak hanya mencatat prevalensi frasa ini, tetapi juga melakukan pemindaian terhadap basis data intelijen pasar dari AlphaSense untuk mengukur frekuensi penggunaannya dalam siaran pers perusahaan, laporan pendapatan, dan pengajuan pemerintah.

Menurut Barron's, konstruksi kalimat ini telah berkembang dari sekadar keunikan komunikasi korporat menjadi sebuah epidemi. Penggunaannya dilaporkan meningkat lebih dari empat kali lipat, dari sekitar 50 penyebutan pada tahun 2023 menjadi lebih dari 200 penggunaan pada tahun 2025.

Peningkatan ini tidak hanya terlihat dari data. Penulis artikel, Amanda Silberling, menemukan contoh-contoh dari tahun sebelumnya yang mengindikasikan tren ini. Ia berpendapat bahwa penggunaan frasa ini oleh alat AI generatif merupakan cerminan dari gaya penulisan manusia yang menjadi dasar pelatihan model-model tersebut. Selain konstruksi kalimat ini, penggunaan tanda em-dash juga disebut sebagai indikator lain dari teks yang dihasilkan AI.

Fenomena ini bukan sekadar tren yang lucu, melainkan simbol ketergantungan perusahaan pada AI. Meskipun tidak dapat dipastikan secara pasti apakah komunikasi korporat yang disebutkan dibantu oleh AI, penggunaan frasa tersebut dapat menjadi gejala dari masalah yang lebih besar.

Max Spero, CEO alat deteksi AI Pangram, menyatakan kepada TechCrunch bahwa prevalensi konten AI terus berkembang pesat. Ia menambahkan bahwa frasa 'bukan sekadar X, tapi Y' adalah ciri khas yang disukai oleh model bahasa mutakhir era 2025. Meskipun tingkat dasar kemunculan struktur kalimat ini cukup tinggi sehingga keberadaannya bukan bukti tunggal penggunaan AI, jelas bahwa siaran pers dan dokumen perusahaan yang didorong oleh persyaratan dan bukan emosi menunjukkan insiden penggunaan AI yang lebih tinggi.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.