bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 17:33 WIB

Gaji CEO Tiga Pabrikan Otomotif Besar AS 2025: Miliaran Dolar Meski Industri Lesu

Redaksi 28 April 2026 10 views
Gaji CEO Tiga Pabrikan Otomotif Besar AS 2025: Miliaran Dolar Meski Industri Lesu
Ilustrasi visual (Sumber: jalopnik.com)

bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, para CEO dari tiga produsen mobil terbesar di Amerika Serikat (AS) melaporkan pendapatan yang signifikan pada tahun 2025, meskipun industri otomotif domestik menghadapi berbagai tantangan seperti tarif, perubahan regulasi, kerugian besar dari investasi kendaraan listrik (EV), penjualan yang melambat, dan penarikan kembali kendaraan (recall) dalam jumlah rekor.

CEO Stellantis, Antonio Filosa, yang menjabat posisi tersebut sejak Juni 2025, menerima kompensasi sekitar $6,3 juta untuk enam bulan masa jabatannya. Angka ini, menurut Detroit Free Press, jauh lebih kecil dibandingkan kolega-koleganya di General Motors (GM) dan Ford.

CEO Ford, Jim Farley, dilaporkan menerima kompensasi sebesar $27,5 juta pada tahun 2025. Sementara itu, CEO GM, Mary Barra, memimpin daftar dengan pendapatan tertinggi mencapai $29,9 juta.

Tahun 2025 menjadi tahun yang sulit bagi Stellantis, yang mencatat kerugian bersih sebesar $26,3 miliar, sebagian besar disebabkan oleh write-down sebesar $26,5 miliar terkait dengan strategi elektrifikasi yang hampir ditinggalkan. Akibatnya, karyawan yang diwakili oleh serikat pekerja United Auto Workers tidak menerima bagi hasil keuntungan.

Filosa dilaporkan mengambil pendekatan berbeda dari pendahulunya, Carlos Tavares. Stellantis kini lebih fokus pada mesin bertenaga bensin daripada kendaraan listrik. Tavares sendiri, yang meninggalkan perusahaan pada Desember 2025, masih menerima sekitar $14 juta pada tahun yang sama, menurut Freep.

Kompensasi Filosa terdiri dari gaji pokok sekitar $1,8 juta dan insentif jangka pendek yang berpotensi mencapai 400%. Ia diproyeksikan dapat menghasilkan hingga $23 juta per tahun pada tahun 2028.

Ford juga mengalami tahun yang berat dengan kerugian bersih $8,2 miliar, menyusul write-down bisnis EV sebesar $19,5 miliar dan insiden kebakaran di pabrik pemasok aluminium. Perusahaan ini juga mencatat rekor 153 penarikan kembali kendaraan yang mencakup hampir 13 juta unit.

Meskipun demikian, Farley menerima kenaikan gaji sebesar 11% pada tahun 2025 menjadi $27.519.558. Angka ini sekitar 295 kali lipat dari gaji tahunan median karyawan Ford lainnya yang sebesar $93.397. Gaji pokok Farley tetap $1,7 juta, namun kompensasi totalnya meningkat berkat penghargaan saham, insentif non-saham, dan bonus target.

Mary Barra dari GM kembali menjadi CEO dengan bayaran tertinggi, menerima $29.895.868 pada tahun 2025, sedikit lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Pendapatan ini dicapai meskipun GM melaporkan laba bersih sebesar $2,7 miliar, kurang dari separuh dibandingkan tahun 2024. Penurunan ini sebagian disebabkan oleh write-down EV sebesar $7,6 miliar dan biaya tarif hampir $3 miliar yang dikenakan oleh pemerintahan Trump.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.