bytedaily - Industri plastik di Korea Selatan menghadapi potensi krisis pasokan akibat terganggunya rantai pasok global bahan baku naphtha. Federasi Koperasi Industri Plastik Korea melaporkan bahwa konflik geopolitik di Timur Tengah telah memicu gangguan logistik internasional untuk pengiriman bahan baku berbasis minyak bumi ini.
Sebanyak 71% perusahaan plastik di Korea Selatan telah menerima pemberitahuan dari pemasok petrokimia mengenai kemungkinan pengurangan atau penangguhan pengiriman resin sintetis. Situasi ini tidak hanya menimbulkan kekhawatiran akan ketersediaan bahan baku, tetapi juga lonjakan biaya operasional. Sekitar 92% pelaku industri telah diperingatkan mengenai kenaikan harga bahan baku.
Naphtha merupakan komponen vital dalam produksi berbagai produk plastik dan vinil yang digunakan sehari-hari, mulai dari kantong sampah hingga kemasan makanan dan botol PET. Ketidakpastian pasokan ini berpotensi memicu kelangkaan barang dan mendorong konsumen untuk melakukan aksi borong dan penimbunan produk plastik.