bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 23:22 WIB

Gary Stevenson: Ketimpangan Pendapatan AS Meluas, Anak-anak Akan Lebih Miskin dari Orang Tua

Redaksi 19 Mei 2026 1 views
Gary Stevenson: Ketimpangan Pendapatan AS Meluas, Anak-anak Akan Lebih Miskin dari Orang Tua
Ilustrasi visual (Sumber: finance.yahoo.com)

bytedaily - Dilansir dari finance.yahoo.com, ekonom Gary Stevenson menyatakan keprihatinannya terhadap meluasnya ketimpangan pendapatan di Amerika Serikat, yang berpotensi membuat generasi mendatang hidup lebih sulit. Stevenson, mantan pedagang yang kini menjadi ekonom, berpendapat bahwa situasi ini secara langsung menyebabkan peningkatan kemiskinan dan penurunan standar hidup.

Menurut data Federal Reserve, pada kuartal keempat 2025, 1% rumah tangga terkaya di AS menguasai hampir sepertiga (31,9%) kekayaan negara. Kelompok terkaya di antara yang terkaya, yaitu 0,01%, bahkan menguasai 14,5% kekayaan tersebut. Stevenson menekankan bahwa dunia tidak bersifat permainan jumlah tak terbatas, di mana satu kelompok menguasai segalanya sementara kelompok lain tidak memiliki apa-apa.

Masalah ini diperparah dengan menyusutnya kelas menengah di AS, sementara kelas miliarder terus bertambah. Hal ini tercermin dalam data pangsa tenaga kerja, yaitu persentase total output yang diterima oleh pekerja Amerika, yang turun menjadi 54,1% pada periode data terakhir yang tercatat sejak 1947 oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS. Sebaliknya, rumah tangga dalam 1% teratas mengalami peningkatan kekayaan 101 kali lebih besar dibandingkan rumah tangga median antara tahun 1989 dan 2022, menurut laporan Oxfam tahun 2025.

Prospek ke depan menunjukkan pelebaran jurang ketimpangan ini. Reformasi pajak, seperti yang diusulkan dalam RUU 'One Big Beautiful Bill Act', diperkirakan akan mengurangi tagihan pajak bagi 0,1% berpenghasilan tertinggi sekitar $311.000 pada tahun 2027, sementara rumah tangga berpenghasilan terendah diperkirakan akan menghadapi kenaikan pajak. Laporan tersebut menggambarkan ini sebagai "transfer kekayaan terbesar ke atas dalam beberapa dekade".

Penyebab lain dari kesenjangan yang semakin lebar adalah pilihan kebijakan yang disengaja untuk menekan upah keluarga biasa demi mempercepat pertumbuhan pendapatan di kalangan atas. Economic Policy Institute memperkirakan bahwa pendapatan rumah tangga kelas menengah akan sekitar $30.000 lebih tinggi saat ini jika pendapatan mereka hanya mengikuti pertumbuhan pendapatan rata-rata sejak tahun 1979.

Selain itu, biaya perumahan telah meningkat lebih cepat daripada pendapatan, membuat kepemilikan rumah semakin sulit dicapai oleh generasi muda. Upah juga tidak mampu mengimbangi inflasi, sementara biaya pendidikan berlipat ganda dalam 30 tahun terakhir. Hal ini menyebabkan lulusan dibebani utang tinggi saat memasuki dunia kerja, ditambah dengan kekhawatiran akan digantikan oleh kecerdasan buatan (AI).

Akibatnya, 61% individu berusia 18 hingga 35 tahun mengalami kecemasan finansial, menurut survei konsumen Intuit tahun 2025. Meskipun perubahan kebijakan dan reformasi pajak dapat membantu, ketidakpastian mengenai kapan atau apakah hal tersebut akan terjadi mendorong generasi muda untuk mengambil tindakan sendiri.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi finance.yahoo.com.