bytedaily - Dilansir dari bbc.com, semakin banyak orang di Inggris yang berusia 20-an terpaksa mengambil dua hingga tiga pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup di tengah tingginya biaya hidup. Fenomena ini disebut 'poly-employment' dan didorong oleh Generasi Z (usia hingga 29 tahun).
Ashlin McCourt, 28 tahun, misalnya, bekerja 60 jam seminggu sebagai pegawai negeri, pelayan, dan pembuat kue. Ia mengaku terpaksa melakukan ini karena 'hidup sangat mahal'. "Mortgage tidak murah, standar hidup Anda tidak murah," ujarnya.
Data dari platform manajemen tenaga kerja global, Deputy, yang menganalisis lebih dari 20 juta jam kerja dari 300.000 lebih pekerja di Inggris, menunjukkan adanya peningkatan jumlah orang yang bekerja di lebih dari satu pekerjaan. Saat ini, tercatat ada rekor 1,35 juta orang dewasa yang bekerja setidaknya di dua pekerjaan.
Ashlin mengakui bahwa generasi yang lebih tua di tempat kerjanya tidak percaya ia bisa menyelesaikan pekerjaan di kantor lalu melanjutkan ke pekerjaan kedua. Ia juga sedang mempersiapkan pernikahannya dalam lima bulan ke depan, sementara pasangannya juga bekerja di dua tempat.
Cait Yardy, 27 tahun, bekerja di supermarket, menjadi tutor pribadi, dan pembuat konten media sosial. Keputusan ini diambil setelah kelahiran putrinya yang memiliki kondisi kesehatan kompleks, sehingga prioritasnya bukan kembali bekerja penuh waktu. Bersama tunangannya, mereka menyadari bahwa pekerjaan paruh waktu Cait dan pekerjaan penuh waktu tunangannya tidak cukup untuk membayar utang dan menabung membeli rumah.
Meskipun pekerjaan dari rumah memungkinkannya untuk merawat putrinya, Cait mengaku sering merasa lelah dan sulit membagi waktu sebagai ibu dan tunangan. Ia berharap kondisi ini tidak berlangsung selamanya dan bisa kembali bekerja penuh waktu saat putrinya masuk sekolah.
Chloe Mayhew, 27 tahun, dari Glasgow, membagi waktunya antara pekerjaan desain grafis lepas, mengajar drama dan tari, serta bekerja di panti jompo. Ia menggambarkan hidupnya sebagai 'gila' dengan hari kerja mencapai 14 jam, dilanjutkan dengan mengedit pekerjaan di laptop hingga larut malam.
Bagi Chloe, mengambil banyak pekerjaan adalah langkah praktis untuk mencapai tujuan jangka panjangnya, yaitu mendapatkan peran penuh waktu yang bergaji baik di industri kreatif sebelum usia 40 tahun.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi bbc.com.