bytedaily
Jumat, 22 Mei 2026 - 03:59 WIB

Gideon Badminton Academy Cetak Atlet Berkualitas, Marcus Gideon Bangga Empat Pemain Tembus Pelatnas

Redaksi 10 Maret 2026 11 views
Gideon Badminton Academy Cetak Atlet Berkualitas, Marcus Gideon Bangga Empat Pemain Tembus Pelatnas
Ilustrasi: Gideon Badminton Academy Cetak Atlet Berkualitas, Marcus Gideon Bangga Empat Pemain Tembus Pelatnas

bytedaily - Gideon Badminton Academy (GBA) kembali menunjukkan tajinya di kancah bulu tangkis nasional. Klub yang didirikan oleh legenda bulu tangkis Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon, ini berhasil mengantarkan empat pemainnya masuk ke Pelatnas Cipayung dalam dua tahun terakhir secara beruntun. Prestasi ini disambut gembira oleh Marcus Gideon, yang tak lain adalah pemilik sekaligus mentor di GBA.

Dua atlet terbaru yang berhasil menembus Pelatnas Cipayung adalah pasangan ganda putra Joseph Marcellino dan Joven Farandi, yang sukses menjuarai Seleknas tahun ini. Keberhasilan mereka menyusul jejak Muhammad Nawaf Khoiriyansyah dan Luna Rianty Saffana yang lebih dulu lolos ke Pelatnas usai menjuarai Kejuaraan Nasional 2024. Marcus Gideon mengungkapkan rasa puasnya melihat perkembangan GBA yang konsisten menyumbangkan talenta muda ke pemusatan latihan nasional.

Sejak memutuskan pensiun sebagai pemain aktif, Marcus Gideon semakin aktif terlibat dalam pembinaan di GBA. Ia bahkan tak jarang menjadi sparring partner bagi para pemain muda, memberikan pengalaman dan ilmu berharga. Kehadiran atlet senior seperti Sabar dan Reza yang kerap berlatih di GBA juga turut meningkatkan kualitas latihan para atlet binaan. Tak hanya fokus pada sektor ganda, GBA juga berupaya memperkuat nomor tunggal dengan merekrut Tommy Sugiarto sebagai pelatih.

Ide pendirian GBA sendiri berawal dari impian almarhum ayah Marcus Gideon, Kurniahu, untuk memiliki fasilitas bulu tangkis sendiri yang mampu membina generasi penerus. Terbukti, mimpi tersebut terwujud dan GBA mampu menjalankan fungsinya sesuai target waktu yang diharapkan mendiang. Marcus Gideon merasa terharu melihat para pemain GBA yang begitu dekat dengan almarhum ayahnya, seolah GBA adalah rumah kedua bagi mereka.