bytedaily
Jumat, 22 Mei 2026 - 00:13 WIB

Tiga Pembalap Muda Bernama Ella Bersinar di Program Pengembangan McLaren F1

Redaksi 21 Mei 2026 3 views
Tiga Pembalap Muda Bernama Ella Bersinar di Program Pengembangan McLaren F1
Ilustrasi visual (Sumber: bbc.com)

bytedaily - Dilansir dari bbc.com, McLaren Formula 1 saat ini memiliki tiga pembalap muda berbakat yang memiliki kesamaan nama depan, yaitu Ella. Ketiganya adalah Ella Häkkinen, Ella Lloyd, dan Ella Stevens, yang semuanya tergabung dalam program pengembangan pembalap tim tersebut. Program ini bertujuan memberikan bimbingan dan peluang bagi para talenta muda di dunia balap yang secara tradisional didominasi oleh pria.

Ella Lloyd, yang berusia 20 tahun, dan Ella Stevens, 19 tahun, akan kembali berkompetisi di F1 Academy, sebuah ajang balap khusus wanita yang diluncurkan pada tahun 2023, di Kanada akhir pekan ini. Sementara itu, Ella Häkkinen, 15 tahun, yang bergabung dengan program McLaren tahun lalu di usia 14 tahun, merasa sudah nyaman di lingkungan tim.

Ella Häkkinen adalah putri dari juara dunia F1 dua kali, Mika Häkkinen. Namun, ia mengaku bahwa neneknya yang pertama kali membawanya ke dunia balap kart. Pengalaman pertamanya di arena kart indoor membuatnya jatuh cinta pada gairah olahraga ini. Ayahnya kemudian mengajaknya mencoba balap kart outdoor. Meskipun memiliki ayah seorang juara dunia F1, Ella Häkkinen seringkali tidak didampingi ayahnya saat berlaga karena Mika "sangat emosional" menyaksikan putrinya balapan.

Berbeda dengan beberapa bintang F1 yang mengisi waktu luang dengan balap virtual, Ella Häkkinen memilih berkuda untuk bersantai. Ia bahkan pernah berkompetisi dalam olahraga berkuda sebelum fokus pada balap motor.

Olahraga berkuda juga turut membantu kesuksesan rekan setimnya, Ella Lloyd. Meskipun memulai karier balapnya "agak terlambat" dibandingkan pembalap lain, hal itu tidak menghambatnya. Musim lalu, Ella Lloyd dinobatkan sebagai 'Rookie of the Year' di F1 Academy. Sebelumnya, ia adalah seorang atlet lompat indah dan pemain ski berbakat. Ia mengatakan pengalamannya dalam olahraga tersebut membantunya merasakan apa yang dilakukan kuda dan mentransisikannya ke merasakan pergerakan mobil di bawahnya saat balapan.

Selain berkuda, Ella Lloyd yang berasal dari Pontypridd, Wales Selatan, juga terinspirasi oleh simbol naga Wales yang tersemat di helmnya. Ia berasal dari keluarga yang sporty, di mana ayahnya adalah seorang atlet ski paralimpik. Dukungan dari komunitasnya di Wales sangat ia rasakan, dan ia bangga membawa bendera Wales di seragam balapnya.

Ella Lloyd telah membuktikan kecepatannya dengan meraih kemenangan F1 Academy pertamanya di Arab Saudi tahun lalu. Meskipun balapan di Jeddah tahun ini dibatalkan karena konflik di Timur Tengah, ia menantikan sisa musim, dimulai dari seri kedua di Kanada.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi bbc.com.