bytedaily
Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:02 WIB

Golkar Perkuat Konsolidasi Organisasi untuk Pemilu 2029

Redaksi 11 Oktober 2026 10 views
Golkar Perkuat Konsolidasi Organisasi untuk Pemilu 2029
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan ekonomi.republika.co.id, Partai Golkar memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat akar rumput sebagai bagian dari persiapan Pemilu 2029. Partai tersebut menargetkan penambahan kursi legislatif di berbagai tingkatan sekaligus mendorong kader lebih dekat dengan masyarakat.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji menyampaikan bahwa partainya tengah memetakan daerah pemilihan yang perlu diperkuat dan wilayah yang berpotensi menambah kursi. Pemetaan itu merujuk pada hasil pemilu sebelumnya dan akan diperbarui dengan data pilkada serta survei terbaru.

Sarmuji menyampaikan hal tersebut dalam Bimbingan Teknis Fraksi Partai Golkar tingkat provinsi serta kabupaten/kota se-Indonesia di Bandung pada 10–12 Oktober 2026. Ia mengatakan, persiapan pemilu perlu melibatkan anggota fraksi di daerah agar mereka memahami persoalan masyarakat dan dapat menyampaikan aspirasi konstituen. Karena itu, kegiatan koordinasi dan bimbingan teknis juga digelar di berbagai daerah, tidak hanya di Jakarta.

Dalam kegiatan tersebut, Golkar juga menyosialisasikan program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sarmuji mengatakan partainya mengarahkan anggota fraksi di daerah untuk mendukung program pemerintah hingga akhir masa pemerintahan pada 2029.

Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Jawa-Kalimantan, Wihaji, menyatakan penguatan mesin partai perlu dilakukan melalui konsolidasi yang terencana dan berkelanjutan. Ia meminta struktur partai serta kader di lembaga legislatif dan eksekutif memperluas jaringan hingga desa atau kelurahan, RW, dan RT.

DPP Partai Golkar menetapkan akhir 2026 sebagai batas penyelesaian konsolidasi dan restrukturisasi jaringan partai.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.