bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Google mengumumkan peralihan dari ChromeOS ke Googlebook OS setelah memperkenalkan lini perangkat Googlebook. Sistem operasi baru itu memadukan teknologi ChromeOS dan Android untuk menghadirkan pengalaman lintas perangkat, aplikasi native, serta fitur produktivitas.
Google menyatakan Chromebook yang sudah beredar tidak akan langsung kehilangan dukungan. Perangkat tersebut tetap menerima pembaruan hingga masa dukungan masing-masing berakhir sesuai kebijakan pembaruan otomatis perusahaan.
Dalam laman dukungan yang diperbarui pada 23 September 2026, Google menjelaskan Googlebook dirancang dengan kemampuan lebih luas, performa yang ditingkatkan, dan fitur berbasis Gemini Intelligence. Perusahaan juga menyebut perpaduan teknologi ChromeOS dan Android memungkinkan konektivitas ant perangkat yang lebih lancar, dukungan aplikasi native, serta alat produktivitas cerdas.
Google menyatakan prinsip Chromebook—keamanan, kesederhanaan, kecepatan, kemudahan berbagi perangkat, dan pengelolaan—akan tetap dipertahankan. Hal itu dinilai penting bagi sekolah dan perusahaan yang menggunakan Chromebook dalam jumlah besar.
Peluncuran awal Googlebook ditujukan kepada konsumen. Adapun peralihan untuk sektor pendidikan dan perusahaan akan dilakukan melalui peta jalan dalam beberapa tahun ke depan. Gelombang pertama kemampuan inti pengelolaan perangkat Googlebook dijadwalkan mulai tersedia pada paruh kedua 2027. Google juga menyatakan akan mengupayakan transisi yang lancar dan transparan.
Chromebook masih dapat digunakan di sekolah dan perusahaan dengan pembaruan sesuai masa dukungannya. Lisensi ChromeOS Enterprise Upgrade dan ChromeOS Education Upgrade yang masih aktif pada perangkat yang ada juga tetap berlaku, termasuk fitur pengelolaan yang tersedia saat ini.
Google menyebut banyak Chromebook keluaran terbaru berpotensi memenuhi syarat untuk beralih ke Googlebook OS. Namun, perusahaan belum mengumumkan daftar model yang kompatibel maupun cara migrasinya. Informasi tentang kelayakan perangkat dan proses peralihan akan disampaikan kemudian.
Untuk aplikasi, Google akan mendukung dan mengoptimalkan aplikasi Android di Googlebook serta melanjutkan dukungan bagi aplikasi web. Dukungan aplikasi web mencakup pengelolaan oleh administrator TI dan penyediaan antarmuka pemrograman aplikasi (API) bagi pengembang.
Jajaran pertama laptop Googlebook dirilis pada Senin (21/9) dengan melibatkan Qualcomm dan sejumlah produsen laptop. Perangkat generasi awal menggunakan chipset Snapdragon X Elite berfabrikasi 3 nm dengan CPU Qualcomm Oryon hingga 18 inti dan kecepatan maksimum 5 GHz.