bytedaily
Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:44 WIB

Google Tarik Fitur Nano Banana 2 dari Google Earth Akibat Penyalahgunaan Konten

Redaksi 04 Agustus 2026 11 views
Google Tarik Fitur Nano Banana 2 dari Google Earth Akibat Penyalahgunaan Konten
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Google memutuskan untuk menarik kembali fitur pembuatan gambar Nano Banana 2 dari platform Google Earth. Keputusan ini diambil menyusul maraknya pengguna yang membagikan tangkapan layar berisi gambar menyesatkan yang dihasilkan oleh teknologi tersebut.

Dalam keterangannya melalui akun X pada Sabtu (1/8), Google menyatakan bahwa fitur tersebut akan ditarik sementara waktu sembari perusahaan menyiapkan sistem pengamanan yang lebih ketat. Google menjelaskan bahwa meskipun gambar buatan AI tersebut tidak ditampilkan di tampilan utama Google Earth dan telah diberi tanda air digital SynthID, tangkapan layar dari antarmuka Google Earth dinilai tetap berpotensi disalahgunakan untuk menyebarkan informasi palsu.

Perusahaan menyadari adanya kepercayaan publik terhadap Google Earth sebagai sumber gambaran dunia yang dapat diandalkan. Meskipun fitur Nano Banana 2 sebelumnya telah dimanfaatkan oleh para profesional geospasial untuk berbagai keperluan positif, Google menemukan adanya dugaan pelanggaran kebijakan melalui gambar-gambar generatif yang dibagikan oleh pengguna.

Direktur Eksekutif Humanitarian Research Lab di Yale School of Public Health, Nathaniel Raymond, seperti dikutip dari PCMag, memperingatkan bahwa fitur ini dapat meningkatkan risiko pemalsuan citra satelit. Ia mengungkapkan bahwa lembaganya kerap menghadapi upaya disinformasi terkait citra udara dan informasi sumber terbuka, dan Nano Banana berpotensi membuka celah pemalsuan data satelit yang dapat merugikan kelompok rentan.

Pendiri dan CEO TerraWatch Space, Aravind Ravichandran, menyampaikan kekhawatiran serupa. Ia menyoroti bahwa Google Earth merupakan salah satu lapisan peta dasar yang paling banyak digunakan dan dipercaya oleh berbagai kalangan. Namun, fitur Nano Banana memungkinkan pembuatan tangkapan layar dengan informasi palsu, seperti contoh gambar rekaan kerumunan di perbatasan, tank di perkotaan, atau terminal minyak terbakar.

Henk Van Ess dari Digital Digging juga melakukan uji coba dengan menciptakan skenario palsu, termasuk menambahkan pengungsi di perbatasan Meksiko, menempatkan pembangkit listrik tenaga nuklir di Iran, dan menggambarkan kecelakaan fatal di jalanan Amsterdam di atas citra satelit asli Google. Menanggapi hal ini, Google menegaskan keseriusannya dalam menangani isu misinformasi.

Fitur Nano Banana 2 sendiri dirilis ke Google Earth pada Kamis (30/7) dan memungkinkan pengguna memunculkan bangunan bersejarah atau menampilkan infografis di atas citra satelit. Pengguna dapat mengaksesnya melalui web dengan memilih menu 'Create image' setelah memperbesar tampilan ke lokasi tertentu, lalu mengetikkan deskripsi visual yang diinginkan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.