bytedaily
Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:58 WIB

Google Uji Coba Kacamata AI Generasi Mendatang, Tawarkan Tampilan Visual dan Audio

Redaksi 23 Mei 2026 21 views
Google Uji Coba Kacamata AI Generasi Mendatang, Tawarkan Tampilan Visual dan Audio
Ilustrasi visual (Sumber: techcrunch.com)

bytedaily - Dilansir dari techcrunch.com, Google baru-baru ini memberikan kesempatan untuk mencoba langsung kacamata bertenaga kecerdasan buatan (AI) yang akan datang. Perangkat ini berbeda dari kacamata yang hanya menawarkan audio saja yang dijadwalkan rilis musim gugur ini, melainkan kacamata yang menggabungkan pengalaman audio dan visual.

Kacamata yang pertama kali diumumkan tahun lalu ini, yang merupakan bagian dari platform Android XR, dilengkapi layar di dalam lensa yang menampilkan informasi berguna di depan pengguna, tumpang tindih dengan dunia nyata. Informasi tersebut meliputi widget cuaca, petunjuk arah, detail penjemputan Uber, terjemahan langsung, dan bahkan widget yang dapat dibuat sendiri menggunakan AI.

Google menyatakan bahwa kacamata ini akan dapat dipasangkan dengan ponsel iOS dan Android, baik untuk format audio saja maupun versi tampilan visual di masa mendatang. Kacamata dengan layar ini diposisikan sebagai evolusi dari generasi pertama kacamata audio yang akan dirilis akhir tahun ini. Pengembangan kacamata ini merupakan hasil kolaborasi dengan Warby Parker, Gentle Monster, dan Samsung, yang memadukan teknologi Google dengan estetika desain merek-merek tersebut.

Perangkat yang diuji coba masih berstatus prototipe yang cukup matang untuk diuji oleh pihak eksternal. Perwakilan Google menjelaskan bahwa prototipe ini memungkinkan mereka untuk fokus pada eksperimen teknologi layar dan dampaknya terhadap masa pakai baterai, tanpa terlalu memikirkan detail kosmetik dari berbagai gaya dan bentuk. Oleh karena itu, kacamata prototipe ini sangat berbeda dari versi yang akan dijual di pasaran dalam hal kesesuaian, bentuk, dimensi, dan perhatian terhadap detail. Pengalaman yang didapat lebih seperti bereksperimen dengan 'bagian dalam' kacamata, yang terpasang pada bingkai dasar yang nyaman.

Versi kacamata yang akan dijual nanti akan memiliki kemampuan mendeteksi saat kacamata dikenakan dan dilepas, namun fitur ini belum ada pada prototipe yang diuji. Untuk mengaktifkan Gemini, pengguna perlu menekan sisi kanan bingkai kacamata selama dua detik. Sebuah suara notifikasi akan terdengar menandakan Gemini aktif dan mendengarkan. Dalam versi demo, mengaktifkan Gemini juga secara otomatis menyalakan kamera, tetapi versi yang akan dijual akan memberikan pilihan kepada pengguna untuk mengonfigurasi apakah kamera ingin diaktifkan saat Gemini dimulai.

Dalam pengujian awal, musik diputar melalui kacamata dengan meminta Gemini memutar lagu dari artis favorit. Kualitas suara tidak dapat dievaluasi secara optimal karena lokasi pengujian yang bising dan volume musik yang dimaksimalkan, membuatnya sulit didengar dengan jernih. Namun, kesan awal menunjukkan bahwa kacamata ini mungkin bukan pengganti earbud berkualitas tinggi, tetapi cukup memadai untuk mendengarkan musik saat beraktivitas di luar ruangan seperti berjalan, mendaki, atau melakukan pekerjaan rumah. Kelebihan utamanya adalah pengguna tetap dapat mendengar percakapan di sekitar dengan lebih mudah dibandingkan menggunakan perangkat seperti AirPods yang memiliki mode transparansi.

Untuk mematikan musik, pengguna cukup mengetuk sekali di bagian tengah sisi bingkai, seolah mengetuk pelipis. Dalam pengujian kedua, tombol penangkap foto ditekan untuk mengambil gambar seseorang. Karena layar dalam keadaan mati, foto tersebut ditransfer ke ponsel dan jam tangan pengguna. Pengguna nantinya dapat merekam video dengan menekan tombol lebih lama, namun opsi ini belum tersedia pada prototipe yang diuji. Dalam kasus perekaman video, pengguna akan melihat pratinjau thumbnail video, bukan foto.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.