bytedaily
Selasa, 07 Juli 2026 - 00:34 WIB

Hadiah Juara Piala Presiden 2026 Naik Jadi Rp6 Miliar

Redaksi 06 Juli 2026 3 views
Hadiah Juara Piala Presiden 2026 Naik Jadi Rp6 Miliar
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, nilai hadiah bagi tim yang berhasil menjuarai Piala Presiden 2026 mengalami peningkatan signifikan menjadi Rp6 miliar. Angka ini merupakan kenaikan sebesar Rp500 juta dibandingkan dengan edisi sebelumnya.

Menurut Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026, Mauarar Sirait, kenaikan hadiah pada turnamen pramusim ini bertujuan untuk mendorong peningkatan daya saing antar tim yang berpartisipasi.

Piala Presiden 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 25 Juli hingga 6 Agustus 2026, dengan partisipasi delapan tim. Peserta terdiri dari lima klub lokal, yaitu Persib Bandung, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, Arema FC, dan PSMS Medan, serta tiga klub asing yang meliputi Port FC, DPMM FC, dan Tampines Rovers.

Pertandingan akan digelar di dua stadion, yakni Stadion Si Jalak Harupat Bandung dan Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya. Kedelapan tim akan dibagi ke dalam dua grup yang masing-masing beranggotakan empat klub, dengan total 16 pertandingan yang akan dimainkan.

Port FC, yang berbasis di Bangkok, Thailand, akan menjadi partisipan untuk kedua kalinya. Tim ini sebelumnya berhasil meraih gelar juara pada edisi tahun lalu. Sementara itu, DPMM FC dan Tampines Rovers akan melakoni debut mereka di Piala Presiden. Pada edisi sebelumnya, turnamen ini juga pernah diikuti oleh klub asal Inggris, Oxford FC.

Piala Presiden sendiri merupakan turnamen pramusim yang telah diselenggarakan sejak tahun 2015, menjadikannya edisi kedelapan penyelenggaraan. Arema FC tercatat sebagai tim dengan koleksi gelar terbanyak, yaitu empat kali juara. Klub lain yang pernah meraih gelar adalah Persib Bandung pada 2015, Persija Jakarta pada 2018, dan Port FC pada 2025.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.