bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, mantan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, menyuarakan kekecewaannya terhadap keputusan FIFA yang menangguhkan hukuman kartu merah yang diterima Folarin Balogun, striker tim nasional Amerika Serikat, dalam kualifikasi Piala Dunia 2026. Penangguhan hukuman ini menjadi sorotan karena adanya dugaan intervensi dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Awalnya, Balogun dipastikan tidak dapat bermain dalam pertandingan babak 16 besar melawan Belgia setelah menerima kartu merah saat menghadapi Bosnia-Herzegovina di babak 32 besar. Namun, Komite Disiplin FIFA secara tak terduga menangguhkan hukuman larangan bertanding selama satu tahun masa percobaan, yang memungkinkan Balogun kembali bermain.
Menurut pemberitaan AFP, keputusan tersebut diambil setelah Donald Trump dilaporkan menelepon langsung Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk meminta peninjauan kembali hukuman Balogun. Klopp, yang saat ini menjadi komentator Piala Dunia untuk MagentaTV dan disebut sebagai kandidat kuat pelatih timnas Jerman, menyatakan kegeramannya.
"Jika Trump dan Infantino benar-benar mengatur semua ini di antara mereka sendiri, itu gila. Hal ini mempertanyakan integritas dari segalanya," ujar Klopp, menekankan bahwa sepak bola adalah permainan mereka, bukan permainan orang-orang yang tidak memiliki pemahaman tentang sepak bola dan seharusnya tidak ikut campur.
Klopp menegaskan bahwa pelanggaran yang dilakukan Balogun jelas merupakan kartu merah sesuai regulasi. Meskipun demikian, ia juga menyatakan simpati terhadap Balogun yang berusia 25 tahun tersebut karena insiden itu tidak disengaja. "Itu jelas kartu merah, tidak ada ruang untuk perdebatan. Kami menyayangkan situasi Balogun karena dia tidak sengaja melakukannya, tetapi aturan tetaplah aturan," tambahnya.
Keputusan FIFA ini sebelumnya telah memicu protes keras dari berbagai otoritas sepak bola dunia. UEFA menyatakan bahwa FIFA telah melampaui batas dengan menangguhkan hukuman otomatis satu pertandingan Balogun. Presiden Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB), Bernd Neuendorf, juga mendesak FIFA untuk mengklarifikasi rumor intervensi politik tersebut demi menjaga integritas kompetisi dan kredibilitas FIFA.
Hingga kini, baik FIFA maupun Gedung Putih belum memberikan komentar resmi terkait laporan pembicaraan telepon antara Trump dan Infantino. Sementara itu, tim nasional Belgia mengaku terkejut dan sedang meninjau opsi hukum terkait keputusan kontroversial ini menjelang laga penting melawan Amerika Serikat.