bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, harga emas diprediksi akan mengalami pergerakan yang tidak stabil selama minggu ini, berada dalam rentang Rp 2,62 juta hingga Rp 2,82 juta per gram, dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik, dinamika politik di Amerika Serikat, serta kebijakan suku bunga The Federal Reserve.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mencatat bahwa pada sesi perdagangan terakhir pekan lalu, harga emas dunia ditutup pada level US$4.378 per troy ons.
Menurutnya, bila harga mengalami koreksi, support pertama diperkirakan berada di US$4.333 per troy ons dan support kedua di US$4.250 per troy ons. Sebaliknya, bila terjadi penguatan, resistance pertama berada di US$4.429 per troy ons dan resistance kedua di US$4.533 per troy ons.
Ibrahim menambahkan bahwa kemungkinan besar harga emas dunia pada minggu depan akan berada di antara support US$4.250 dan resistance US$4.533 per troy ons.
Untuk pasar domestik, pada akhir perdagangan pekan sebelumnya harga logam mulia berakhir di level Rp 2,76 juta per gram. Jika terjadi koreksi, support pertama diproyeksikan berada di Rp 2,74 juta per gram dan support kedua di Rp 2,62 juta per gram. Jika harga menguat, resistance pertama diperkirakan di Rp 2,78 juta per gram dan resistance kedua di Rp 2,82 juta per gram.
Dengan demikian, Ibrahim memperkirakan bahwa selama minggu ini harga emas di Indonesia kemungkinan besar akan diperdagangkan di antara support Rp 2,62 juta dan resistance Rp 2,82 juta per gram.
Selain itu, diperkirakan harga minyak mentah akan berfluktuasi di kisaran US$90,30‑102,50 per barel, sementara indeks dolar AS diprediksi berada dalam rentang 99,40‑101,20.