bytedaily
Rabu, 20 Mei 2026 - 00:25 WIB

Harga Minyak Berfluktuasi Akibat Ketidakpastian Perundingan AS-Iran

Redaksi 22 April 2026 13 views
Harga Minyak Berfluktuasi Akibat Ketidakpastian Perundingan AS-Iran
Ilustrasi visual (Sumber: bbc.com)

bytedaily - Dilansir dari bbc.com, harga minyak mentah global mengalami fluktuasi pada perdagangan awal Asia, Rabu, seiring dengan belum jelasnya status perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Pada Selasa, Presiden AS Donald Trump menyatakan akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran hingga perundingan kedua negara mencapai kemajuan. Ia menambahkan bahwa AS akan terus memblokade pelabuhan Iran sampai Teheran mengajukan "proposal terpadu".

Setelah sempat dibuka menguat, harga minyak Brent tercatat turun 0,2% menjadi $98,32 per barel, sementara West Texas Intermediate melemah 0,3% ke level $89,41.

Pasar energi telah menunjukkan volatilitas sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang kemudian dibalas Teheran dengan ancaman menargetkan kapal-kapal di jalur perairan strategis Selat Hormuz.

Gencatan senjata awal yang berlaku selama dua minggu seharusnya berakhir pada Rabu malam waktu Washington. Trump tidak memberikan tenggat waktu baru untuk perpanjangan gencatan senjata tersebut.

Trump melalui Truth Social menyatakan bahwa pemerintah Iran "terpecah belah secara serius" dan AS akan menahan diri dari serangan baru setelah Pakistan meminta waktu tambahan bagi Teheran untuk mencapai kesepakatan.

Wakil Presiden JD Vance, yang memimpin negosiasi AS, sebelumnya dijadwalkan akan terbang ke Islamabad, Pakistan, untuk melakukan pembicaraan pada Selasa. Namun, Gedung Putih kini menyatakan bahwa ia tidak akan jadi berangkat.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran kepada BBC mengatakan bahwa Iran juga belum memutuskan apakah akan mengirim delegasi ke Pakistan untuk perundingan dengan AS.

Para pedagang tetap berhati-hati mengenai perkembangan selanjutnya dalam konflik ini, kata dosen Jiajia Yang dari James Cook University, Australia.

"Ini lebih tentang ekspektasi daripada jumlah barel [minyak]," ujar Yang.

Harga minyak mentah telah melonjak sejak awal konflik karena penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran, jalur yang biasanya dilalui seperlima pasokan energi dunia.

Awal bulan ini, AS juga menyatakan akan mencegat kapal-kapal yang menuju atau meninggalkan pelabuhan Iran.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi bbc.com.