bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, harga minyak dunia tercatat mengalami kenaikan tipis pada perdagangan Rabu (19/8), menandai penguatan selama empat hari beruntun.
Menurut informasi dari cnnindonesia.com, kenaikan ini dipicu oleh ketidakpastian pasokan energi global, menyusul perbedaan pernyataan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) terkait status keamanan Selat Hormuz.
Dalam pemberitaan cnnindonesia.com, harga minyak mentah Brent dilaporkan naik sebesar 26 sen atau 0,29 persen, mencapai US$91,28 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga mengalami penguatan 37 sen, menjadi US$85,31 per barel. Kedua jenis minyak ini sebelumnya telah ditutup pada level tertinggi sejak 24 Juli pada perdagangan Selasa (18/8).
Lebih lanjut, cnnindonesia.com memberitakan bahwa penguatan harga minyak ini terjadi seiring meredupnya harapan perdamaian antara AS dan Iran. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran investor mengenai kelancaran pasokan energi yang melewati Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur perdagangan minyak paling vital di dunia.
Presiden AS Donald Trump pada Selasa menyatakan tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung dengan Iran, sembari menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka untuk pelayaran. Pernyataan ini bertentangan dengan klaim Iran yang menyebutkan bahwa jalur perairan strategis tersebut masih ditutup bagi kapal.
Ketidakpastian semakin menguat setelah kesepakatan gencatan senjata sementara berakhir pada Senin (17/8). Seorang pejabat senior Iran sebelumnya mengemukakan kepada Reuters bahwa negaranya mengambil sikap yang lebih ofensif menyusul kebuntuan diplomatik dengan AS. Meskipun demikian, hingga Selasa, belum ada laporan mengenai serangan baru dari kedua belah pihak.
Dalam analisisnya, cnnindonesia.com menyebutkan bahwa investor saat ini memantau perkembangan hubungan AS-Iran serta kondisi lalu lintas kapal di Selat Hormuz untuk mengukur potensi risiko gangguan pasokan minyak global. Ketidakjelasan mengenai normalisasi pelintasan kapal di jalur tersebut membuat pasar tetap waspada dan menjadi faktor penopang harga minyak untuk sementara waktu.