bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan dukungan dana sebesar Rp 55,65 miliar untuk pengembangan produksi bawang putih di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mencapai swasembada bawang putih nasional, mengingat produksi dalam negeri masih jauh di bawah kebutuhan.
Menurut Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, bantuan tersebut akan difokuskan untuk perluasan areal tanam dan penguatan sarana produksi bagi para petani. Kementan juga akan memastikan ketersediaan benih untuk mendukung peningkatan produksi. Jika kebutuhan benih dalam negeri belum mencukupi, Kementan akan mengupayakan impor.
Secara rinci, dukungan Kementan di Lombok Timur meliputi pengembangan kawasan bawang putih seluas 658 hektare dengan nilai Rp 52,64 miliar. Selain itu, petani akan menerima bantuan 15 unit irigasi perpompaan, 9 unit hand traktor, dan 17 unit pompa air.
Saat ini, produksi bawang putih nasional diperkirakan hanya mencapai 39 ribu–40 ribu ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai sekitar 600 ribu ton. Angka ini menunjukkan tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor, yang mencapai 90–95 persen.
Penanaman bawang putih serentak yang dipusatkan di Sembalun, Lombok Timur, merupakan bagian dari program ketahanan pangan Polri dan mencakup potensi lahan seluas 2.593,1 hektare di 17 provinsi. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan panen bawang putih dan peresmian gudang ketahanan pangan Polri. Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi upaya Kementan dalam mendorong swasembada pangan nasional, termasuk bawang putih yang masih menjadi tantangan besar.
Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, juga turut memberikan apresiasi terhadap kerja keras Kementan dalam meningkatkan produksi pangan. Ia menekankan pentingnya melanjutkan upaya ini untuk komoditas lain seperti bawang putih, kedelai, dan gula. Titiek Soeharto mengingatkan bahwa Indonesia pernah mencapai masa swasembada bawang putih pada periode 1994–1995 dan pengalaman tersebut harus menjadi motivasi untuk kembali mewujudkan swasembada.