bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, peternak ayam petelur mengeluhkan harga telur yang terus turun saat biaya pakan meningkat. Sejumlah peternak disebut tak lagi mampu melanjutkan usaha sehingga beberapa kandang kosong.
Pengurus Pinsar Petelur Nasional (PPN), Suwardi, mengatakan harga telur di tingkat peternak sejak April berada di bawah harga acuan pembelian (HAP) Rp26.500 per kilogram. Acuan tersebut ditetapkan melalui Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 6 Tahun 2024.
Menurut Suwardi, harga telur rata-rata berada di kisaran Rp19 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram dan sempat menyentuh Rp17.100 per kilogram pada Juni. Dalam enam bulan terakhir, harga rata-rata disebut hanya Rp20 ribu hingga Rp21 ribu per kilogram, sementara biaya pakan naik. Ia memperkirakan peternak merugi Rp5.000 sampai Rp7.000 per kilogram setiap hari, bergantung pada jumlah produksi.
Suwardi menyebut jagung, salah satu bahan utama pakan, semakin sulit diperoleh dengan harga terjangkau. Akibatnya, sebagian peternak mengurangi atau menghentikan kegiatan di kandang karena tidak sanggup membeli pakan. Ia juga menyampaikan ada peternak yang menjual ayamnya seharga Rp20 ribu.
Selain tekanan biaya produksi, hasil telur dari sebagian peternak sulit terserap pasar. Suwardi mengatakan telur milik peternak di Kalimantan bahkan dibuang karena tidak ada pembeli. Para peternak pun meminta pemerintah memasukkan telur ke dalam program bantuan pangan agar produksi yang tidak terserap dapat dimanfaatkan.
Seorang peternak dari Blitar juga menyampaikan harga telur di daerahnya terus turun sejak setelah Lebaran dan telah berada di bawah HAP selama berbulan-bulan. Harga di kandang sempat mencapai Rp17.100 per kilogram. Ia mengatakan peternak di wilayahnya telah merugi setiap hari selama tujuh bulan.
Peternak tersebut menyebut usaha ayam petelur menjadi satu-satunya sumber penghasilan bagi sebagian peternak rakyat yang memiliki lahan terbatas di sekitar rumah. Ia menambahkan, penurunan harga telur saat biaya pakan naik merupakan persoalan yang berulang setiap tahun.