bytedaily
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:33 WIB

IHSG Diperkirakan Melemah pada Perdagangan Senin

Redaksi 28 September 2026 16 views
IHSG Diperkirakan Melemah pada Perdagangan Senin
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak melemah pada perdagangan Senin (28/9). Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai indeks masih menghadapi tekanan jual setelah terkoreksi 0,9 persen ke level 6.241. Dalam sepekan, IHSG turun 3,09 persen meski masih bertahan di atas MA-20.

Menurut Herditya, pergerakan IHSG diperkirakan berada pada bagian wave a dari wave (x), dengan potensi menguji kisaran 6.157–6.209. Ia memperkirakan level support berada di 6.174 dan 6.108, sedangkan resistance di 6.380 dan 6.535. Herditya menyebut COIN, INDF, HMSP, dan ENRG dalam rekomendasi sahamnya.

Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova juga melihat peluang pelemahan berlanjut pada awal pekan. Pandangan itu merujuk pada penutupan IHSG di bawah 6.290 serta terbentuknya candle bearish marubozu pada grafik mingguan. Ivan memperkirakan target terdekat indeks berada di 6.159. Jika tekanan jual bertambah, IHSG berpotensi menguji area support 6.015–6.029.

Ivan memproyeksikan support IHSG berada di 6.159, 6.015, dan 5.850, sementara resistance di 6.423, 6.552, dan 6.712. Saham ADRO, BBRI, BUMI, dan DEWA disebut dalam rekomendasinya.

Pada penutupan perdagangan Jumat (25/9), IHSG berada di level 6.241, turun 56,7 poin atau 0,9 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. Mengutip RTI Infokom, nilai transaksi tercatat Rp9,43 triliun dengan volume sekitar 33,23 miliar saham dan frekuensi 1,63 juta kali.

Sebanyak 558 saham melemah pada penutupan pekan lalu, sementara 118 saham menguat dan 117 saham tidak berubah. Informasi rekomendasi saham dalam berita ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual; keputusan investasi berada di tangan pembaca.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.