bytedaily
Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:30 WIB

IHSG Ditutup Melemah Akibat Kekhawatiran Stabilitas Keamanan Domestik

Redaksi 26 Agustus 2026 3 views
IHSG Ditutup Melemah Akibat Kekhawatiran Stabilitas Keamanan Domestik
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (26/8/2026) ditutup melemah sebesar 95,98 poin atau 1,48 persen, berakhir di level 6.405,69. Pelemahan ini terjadi seiring investor menunjukkan sikap hati-hati terhadap potensi risiko stabilitas keamanan di dalam negeri.

Menurut Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus, perhatian pasar tertuju pada stabilitas keamanan nasional dan faktor fundamental ekonomi makro. Pelaku pasar berharap aksi demonstrasi yang direncanakan dapat berjalan damai demi menjaga stabilitas keamanan dalam negeri.

Fokus pelaku pasar domestik tertuju pada rencana aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI pada Kamis (27/8) yang salah satu tuntutannya adalah pengesahan RUU Perampasan Aset. Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati penilaian Fitch Ratings mengenai asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 6,0 persen pada 2027 dalam RAPBN 2027 yang dinilai lebih realistis. Namun, Fitch juga mencatat adanya potensi pengaruh ketidakpastian geopolitik, kenaikan harga minyak, dan kebijakan fiskal yang tidak disiplin terhadap target pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Selain itu, agenda uji kelayakan dan kepatutan calon Gubernur Bank Indonesia (BI) yang diusulkan pemerintah, Destry Damayanti, juga menjadi perhatian. Pelaku pasar menantikan pandangan calon gubernur BI terkait arah kebijakan moneter, pengendalian inflasi, stabilitas nilai tukar rupiah, dan strategi menjaga arus modal asing.

Sementara itu, bursa kawasan Asia menguat didorong oleh kemajuan dalam pembicaraan di Timur Tengah yang meredakan kekhawatiran akan kekurangan pasokan energi global. Perkembangan positif dari pembicaraan antara Pakistan dan Iran serta rencana koridor transit melalui Selat Hormuz berkontribusi pada penurunan harga minyak dan berkurangnya tekanan inflasi.

Pelaku pasar juga memantau perkembangan pertemuan Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional China untuk melihat dukungan kebijakan di tengah data ekonomi yang lemah. IHSG yang sempat dibuka menguat, bergerak ke zona negatif sejak sesi pertama hingga penutupan perdagangan. Seluruh 11 sektor IDX-IC mengalami pelemahan, dengan sektor transportasi dan logistik menjadi yang terdalam, diikuti sektor energi dan properti.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.