bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 61,63 poin atau 1,02 persen ke level 6.009 pada Jumat (2/10). Nilai transaksi mencapai Rp11,06 triliun dengan volume perdagangan 32,94 miliar saham.
Dalam sepekan, IHSG melemah selama empat hari perdagangan dan menguat pada satu hari lainnya. Secara keseluruhan, indeks turun 3,28 persen.
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Elsierra Putri Yosita menyebut perdagangan saham pada 28 September hingga 2 Oktober 2026 ditutup bervariasi. Kapitalisasi pasar turun 2,55 persen, dari Rp10.905 triliun menjadi Rp10.627 triliun.
Di sisi lain, rata-rata volume transaksi harian meningkat 72,51 persen, dari 29,20 miliar menjadi 50,37 miliar saham. Rata-rata nilai transaksi harian naik 5,40 persen, dari Rp11,98 triliun menjadi Rp12,63 triliun. Adapun rata-rata frekuensi transaksi harian turun 7,54 persen, dari 1,82 juta menjadi 1,68 juta transaksi.
Elsierra mengatakan investor asing membukukan jual bersih Rp1,27 triliun pada Jumat (2/10). Sepanjang 2026, nilai jual bersih investor asing tercatat Rp82,55 triliun.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih berisiko melanjutkan koreksi pada pekan berikutnya. Ia memproyeksikan level support indeks berada di 5.839 dan resistance di 6.212.
Menurut Herditya, investor akan mencermati data nonfarm payrolls (NFP) Amerika Serikat. Jika data tenaga kerja menunjukkan penguatan, kekhawatiran terhadap sikap hawkish The Fed dapat meningkat. Kondisi itu berpotensi mendorong kenaikan imbal hasil US Treasury dan menguatkan dolar AS.
Pasar juga akan memantau pergerakan imbal hasil US Treasury, nilai tukar dolar AS, serta harga minyak dunia di tengah negosiasi yang masih berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran.
Berdasarkan analisis teknikalnya, Herditya menyebut saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) sebagai saham yang dapat dicermati. GGRM ditutup naik 1,96 persen ke 16.900 pada pekan lalu, dengan proyeksi level 18.250. ISAT ditutup di 2.250 dan diproyeksikan mencapai 2.480, sedangkan NCKL ditutup di 845 dengan proyeksi level 905.
Founder Republik Investor Hendra Wardana menilai IHSG masih menghadapi tekanan, meskipun paruh kedua tahun secara historis kerap menjadi periode positif bagi pasar saham. Ia menilai tekanan kali ini tidak hanya datang dari faktor global, tetapi juga dari arus dana asing dan kepercayaan investor terhadap pasar Indonesia.